HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM FISIP UNEJ

Komfis HMI Jember Gitchu LOwh!!!!

Khitan Perempuan : Antara Mitos dan Legitimasi Doktrinal-Keislaman March 7, 2008

Filed under: Uncategorized — komfis @ 4:23 pm

DALAM tulisan “Khitan pada Bayi Perempuan, Sangat Berbahaya!” (Kompas, 28 Maret 2003), ditawarkan penghapusan praktik khitan bagi perempuan. Menurutnya, di samping merusak hak kesehatan reproduksi, hukum Islam pun dikesankan tidak mengatur khitan ini secara jelas. Apakah benar?Khitan sesungguhnya kelanjutan dari tradisi Ibrahim AS. Dialah orang yang pertama kali dikhitan. Selain proses bedah kulit bersifat fisik, khitan Ibrahim juga dimaksudkan sebagai simbol dan ikatan perjanjian suci (mîtsâq) antara dia dengan Tuhannya, Allah. Seseorang tidak diperkenankan memasuki kawasan suci Kalam Ilahi sebelum mendapat “stempel Tuhan” berupa khitan. Khitan yang melambangkan kesucian itu kemudian diikuti pengikut Ibrahim, laki-laki dan perempuan, hingga kini.

Para antropolog menemukan, budaya khitan telah populer di masyarakat semenjak pra-Islam yang dibuktikan dengan ditemukannya mumi perempuan di Mesir Kuno abad ke-16 SM yang memiliki tanda clitoridectomy (pemotongan yang merusak alat kelamin). Pada abad ke-2 SM, khitan perempuan dijadikan ritual dalam prosesi perkawinan. Dalam penelitian lain ditemukan khitan telah dilakukan bangsa pengembara Semit, Hamit dan Hamitoid di Asia Barat Daya dan Afrika Timur, beberapa bangsa Negro di Afrika Timur dan Afrika Selatan. Di Indonesia sendiri, tepatnya di Museum Batavia, terdapat benda kuno yang memperlihatkan zakar telah dikhitan.

Tujuan khitan

Khitan bagi lelaki dilakukan dalam bentuk hampir sama di semua tempat, yaitu pemotongan kulit kepala penis. Sedangkan khitan bagi perempuan dilakukan berbeda-beda: hanya sebatas membasuh ujung klitoris; menusuk ujung klitoris dengan jarum; membuang sebagian klitoris; membuang seluruh klitoris; dan membuang labia minora (bibir kecil vagina) serta seluruh klitoris, kemudian hampir seluruh labia majora (bibir luar vagina) dijahit, kecuali sebesar ujung kelingking untuk pembuangan darah menstruasi.

Secara medis, khitan bagi lelaki memiliki implikasi positif. Lapisan kulit penis terlalu panjang sehingga sulit dibersihkan. Bila tidak dibersihkan, kotoran yang biasa disebut smegma mengumpul sehingga dapat menimbulkan infeksi pada penis serta kanker leher rahim pada perempuan yang disetubuhinya. Secara medis juga dibuktikan, bagian kepala penis peka terhadap rangsangan karena banyak mengandung syaraf erotis sehingga kepala penis yang tidak disunat lebih sensitif daripada yang disunat dan sunat membantu mencegah ejakulasi dini.

Secara medis, khitan bagi perempuan belum ditemukan keuntungannya. Praktik amputasi alat kelamin perempuan tidak terlepas dari nilai kultur masyarakat. Perempuan dianggap tidak berhak menikmati kepuasan seksual sebab dia hanya pelengkap kepuasan seksual lelaki. Di samping itu, sebagian masyarakat meyakini perempuan memiliki nafsu seksual lebih tinggi dibanding lelaki. Cara efektif untuk mereduksi seksual perempuan ini, menurut mereka, adalah dengan mengkhitannya.

Hukum Islam

Al-Quran tidak menjelaskan khitan, namun ada beberapa hadis yang menerangkan hal itu. Pertama, riwayat dari Utsman bin Kulaib bahwa kakeknya datang kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata: “Aku telah masuk Islam.” Lalu Nabi SAW bersabda: “Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.” Kedua, riwayat dari Harb bin Ismail: “Siapa yang masuk Islam, maka berkhitanlah walaupun sudah besar.” Ketiga, riwayat dari Abu Hurairah: “Bersih itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, menggunting kuku, dan mencabut bulu ketiak.” Keempat, riwayat dari Ibn Abbas: “Khitan itu disunahkan bagi laki-laki dan dimuliakan bagi perempuan.”

Meskipun banyak hadis menunjukkan pensyariatan khitan, ternyata itu belum memberi kejelasan secara pasti tentang status hukumnya. Sayid Sabiq dalam Fiqh al-Sunnah menegaskan, “Semua hadis yang berkaitan khitan perempuan adalah dha‘if, tidak ada satu pun yang shahih”. Dengan demikian secara ex officio bisa dikatakan khitan perempuan merupakan masalah ijtihadiyah. Wahbah al-Zuhaily dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh mendeskripsikan perbedaan ulama mazhab tentang hukum khitan. “Khitan bagi laki- laki menurut mazhab Hanafi dan Maliki adalah sunnah mu’akkad (sunah yang dekat kepada wajib), sedangkan khitan bagi perempuan dianggap kemuliaan, asal tidak berlebihan sehingga ia tetap mudah merasakan kenikmatan seksual. Menurut Imam Syafi’i, khitan wajib bagi laki-laki dan perempuan.

Perumusan hukum khitan juga harus mempertimbangkan tujuan pensyariatan hukum. Imam al-Syathibi dalam al-Muwafaqat fiy Ushul al-Syari’ah mengatakan syariat Islam bertujuan mewujudkan kemaslahatan manusia, di dunia dan akhirat. Cita kemaslahatan dapat direalisasikan jika lima unsur pokok dapat terpelihara, yaitu pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Mengikuti konsep di atas, tampak khitan lelaki bertujuan memelihara jiwa, baik suami maupun istrinya. Dengan mempertimbangkan hal ini, khitan bagi lelaki menjadi wajib demi mendatangkan kebaikan (maslahah) dan menghindari kerusakan (mafsadah).

Praktik khitan bagi perempuan di masyarakat agaknya dimaksudkan sebagai kontrol terhadap seksualitas perempuan. Dengan demikian, praktik khitan yang membuang sebagian atau seluruh klitoris, bahkan menjahit labia majora menjadi dibenarkan dalam nalar masyarakat patriark.

Sejumlah penelitian menemukan, praktik pemotongan klitoris menyebabkan perempuan mengalami kesulitan orgasme. Dengan teori tujuan pensyariatan hukum, disimpulkan praktik pemotongan klitoris menimbulkan kemudaratan sehingga tidak absah dilaksanakan. Hal ini berbeda dari praktik khitan yang hanya sekadar membasuh atau mencolek ujung klitoris dengan jarum. Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada Ummu Athiyyah, tukang khitan perempuan di Madinah: “Jangan berlebihan, karena hal itu adalah bagian kenikmatan perempuan dan kecintaan suami.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Sentuh sedikit saja dan jangan berlebihan, karena hal itu penyeri wajah dan bagian kenikmatan suami.” (HR Abu Daud)

Ada dua pendekatan dalam memahami hadis di atas. Pertama, dilihat dari asbab al-wurud hadis. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab terbiasa mengkhitan perempuan dengan membuang seluruh klitoris dengan alasan agar dapat mengurangi kelebihan seksual perempuan, yang pada gilirannya dapat memagari dekadensi moral masyarakat Arab ketika itu. Sewaktu Nabi mendengar Ummu Athiyyah mengkhitan dengan cara demikian, Nabi langsung menegur agar praktik khitannya harus diubah sebab dapat menimbulkan kurangnya kenikmatan seksual perempuan.

Kedua, redaksi (matan) hadis terdapat ungkapan isymii wa laa tunhikii (sentuh sedikit saja dan jangan berlebihan). Kata isymam, secara etimologis, berarti mencium bau. Dengan gaya bahasa yang tinggi, Nabi Muhammad SAW memerintahkan khitan perempuan dengan cara seperti halnya mencium bau sehingga tidak merusak klitoris. Sedangkan kata laa tunhikii merupakan lafaz larangan (al-nahy) yang bermakna pasti, artinya “pastikan jangan berlebihan”. Dengan demikian secara teks dapat dipahami, Nabi tidak pernah memerintahkan khitan dengan merusak alat reproduksi. Justru sebaliknya, khitan yang diajarkan Nabi diharapkan dapat memberi keceriaan, kenikmatan, dan kepuasan seksual bagi perempuan. Menurut Islam, hak memperoleh kepuasan seksual antara lelaki dan perempuan sama. Artinya, kepuasan dan kenikmatan seksual adalah hak sekaligus kewajiban bagi suami dan istri secara paralel (QS 2: 187).

Cara pelaksanaan khitan inilah yang menimbulkan permasalahan. Sebagian masyarakat beranggapan agama telah melegitimasi praktik khitan yang mengamputasi organ seksual perempuan. Padahal, agama mana pun tidak akan melegalisasi perusakan demikian. Oleh karena itu, jangan sampai karena praktik yang keliru lalu secara serta-merta tradisi indah yang bernilai ibadah dan beresensikan simbol ikatan suci dengan Allah itu diperangi begitu saja. Sebaiknya dicarikan jalan tengah, substansi khitan dipertahankan namun praktik kelirunya yang dihindari. Penawaran ini pada gilirannya menjadi tugas para ulama, dokter, dan kita semua untuk merumuskannya.

Mesraini Direktur èLSAK (Lembaga Studi Agama dan Kemasyarakatan)

Kompas.com

 

NEW GREEN HOUSE.. February 10, 2008

Filed under: Uncategorized — komfis @ 3:07 am

HMI Cabang Jember Komisariat FISIPOL berpindah Alamat di

Jalan Bangka VII Nomor 5 Jember

Mulai tanggal 5 Februari 2008 (Pas Ultah HMI ke-61)

Bagi Kader KomFis…ditunggu di new green house..

juga Creativity-nya…

p3a

 

Refleksi 61 Tahun HMI dalam Membangun Bangsa Indonesia February 10, 2008

Filed under: Uncategorized — komfis @ 2:52 am

HMI, yang didirikan oleh Lefrant Pane dkk pada tanggal 5 Februari 1947 merupakan organisasi kemahasiswaan tertua dan menjadikannya bagai dua sisi mata uang antara HMI dan Indonesia…

HMI, menyumbang ribuan bahkan jutaan kadernya untuk bangsa ini,

HMI, membantu pembangunan karakter bangsa ini,

HMI, juga harus bertanggung jawab terhadap tertatihnya bangsa ini,

HMI, bahkan ada ungkapan : Jika HMI bubar, Indonesia juga bubar…

Menjawab tantangan bangsa dan global serta mempertahankan nilai Islam merupakan tugas mulia dari Republik Ini…

mulai berikanlah manfaat kepada negeri ini…

KUTAHU KITABISA…

YAKUSA

KaBiD P3A’07-08

 

Press Realise.. January 27, 2008

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:47 am

sosialisasi kayaknya dah banyak deh…mending be creative n isi neh blog…

kayaknya “do something is better than talk nothing”…

so..its our LAND 4 creative..

 

Kesabaran Rasulullah Terhadap Iming-Iming dan Ancaman November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:39 am

Kesabaran Rasulullah Terhadap Iming-Iming dan Ancaman
Oleh: http//kisahislam.com

Orang-orang Quraisy (Makkah) mencoba cara yang lain dalam menghentikan dakwah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu sebuah cara yang terkumpul di dalamnya Targhieb (iming-iming) dan Tarhieb (ancaman). Diutuslah seorang utusan kepada beliau untuk menawarkan dunia yang beliau kehendaki (sebagai ganti kesediaan beliau meninggalkan dakwah Islamiyah), dan diutus pula seorang utusan kepada paman­nya yang selalu melindungi rasulullah dan dakwahnya untuk memberi peri­ngatan kepadanya agar melepas pembelaannya dan jaminan pertolongannya kepada keponakannya yaitu Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan meminta­nya agar menghentikan Muhammad dan agamanya.

Pada suatu hari para tokoh (pembesar) Quraisy mendatangi Abu Thalib, mereka berkata kepadanya: Wahai Abu Thalib, engkau adalah orang yang kami tokohkan, dan engkau memiliki kemuliaan dan kedudukan di kaum kami, kami telah memintamu agar engkau melarang keponakanmu tetapi engkau tidak melarangnya, demi Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami tidak sabar atas hal ini; nenek moyang kami dicela, kaum cerdik kami dibodohkan, dan tuhan-tuhan kami dicemoohkan. Engkau lakukan permintaan kami, ataukah kami yang akan mencegah perbuatan keponakanmu itu, atau bahkan kami umumkan perang sedang engkau masih tetap dalam kebisuanmu (tidak mau bertindak), hingga salah satu dari dua kubu itu menemui kehancuran.

Ancaman dan peringatan keras dari tokoh-tokoh Quraisy ini terasa berat membebani benak Abu Thalib, dia masih keberatan jika berpisah dengan kaumnya dan bermusuhan dengan mereka, sedang­kan dia juga tidak mau menyerahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam keponakannya kepada mereka, dan dia juga tidak rela jika keponakannya dihinakan dan direndahkan. Akhirnya dia menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata kepadanya: “Wahai keponakanku, sesungguhnya kaummu telah menda­tangiku dan memberitahukan kepadaku tentang hal ini dan itu, juga meminta kepadaku agar aku berbuat ini dan itu, maka sekarang cukuplah kita dengan apa yang selama ini aku dan dirimu meyakininya. Janganlah engkau membebaniku dengan perkara yang aku tidak kuat memikulnya begitu juga engkau, maka tariklah perkataanmu tentang kaummu yang mana hal itu sangat dibenci oleh mereka”.

Tetapi Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam tetap kokoh di atas dakwahnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak sedikitpun dipengaruhi oleh celaan orang yang mencela, karena beliau di atas kebenaran, dan beliau tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meno­long agama-Nya dan meninggikan agama-Nya.

Maka tatkala Abu Thalib melihat keteguhan keponakannya yang begitu kokoh, dan dia telah putus asa membujuknya agar memenuhi permintaan kaum Quraisy untuk meninggalkan dakwahnya mengajak manusia kepada tauhid, dia berkata: “Demi Allah, tidak akan mengenaimu makar-makar mereka hingga aku tertimbun tanah dan rata dengan debu. Maka teruskanlah urusan dakwahmu jangan sedikitpun merasa rendah diri. Berilah kabar gembira dan sejukkan dengan beritamu itu beberapa pandangan mata

sumber:  http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=51

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

Tiga Syukur Setiap Hari November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:38 am

Tiga Syukur Setiap Hari
Oleh: Arvan Pradiansyah

Seorang wanita yang baru saja meninggal ternyata merindukan kehidupan yang baru saja ditinggalkannya. Ia berharap bisa ”mengunjungi” kembali salah satu hari yang ”tidak penting” yang pernah terjadi dalam hidupnya. Ketika harapannya dikabulkan, ia menyadari betapa selama ini ia menjalani hidupnya tanpa rasa syukur, seakan-akan semua itu sudah selayaknya menjadi miliknya.

Akhirnya kunjungannya itu menjadi beban berat yang tak tertanggungkan olehnya. ”Saya tidak menyadari,” katanya dengan penuh sesal, ”Semua yang terjadi tak pernah kita sadari benar. Selamat tinggal, rumahku. suami dan putri kesayanganku…. Ibu dan ayah…. Selamat tinggal detak jam dinding dan bunga-bunga yang indah di pekarangan. Dan makanan dan kopi. Dan baju-baju yang baru diseterika dan air mandi hangat …. dan saat-saat tidur dan terjaga. Oh hidup, kau terlalu mengagumkan hingga orang tak menyadari betapa mengagumkannya engkau.”

Itulah salah satu adegan yang cukup menyentuh dalam sebuah drama karya Thornton Wilder – seorang pengarang Amerika — berjudul Our Town. Wilder nampaknya ingin mengingatkan kita untuk senantiasa menikmati hari dengan penuh rasa syukur. Setiap hari sebetulnya adalah istimewa. Sayang, kita sering tak menyadarinya karena ”mata” kita tertutup. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi satu kiat untuk menikmati hidup yang indah. Saya menyebutnya ”Tiga Syukur Setiap Hari.”

Kiat ini sangat sederhana dan dapat Anda terapkan mulai hari ini juga. Menjelang tidur setiap malam, cobalah Anda cari tiga hal yang pantas Anda syukuri hari ini sebagai rahmat dan anugerah dari Tuhan. Tiga hal saja. Tidak sulit bukan?

Kalau kebetulan hari ini Anda mendapatkan berbagai ”kabar baik” tentunya tak sulit melakukannya. Tapi, bagaimana kalau hari ini berlalu dengan berbagai kesulitan bahkan musibah: anak Anda sakit, dompet Anda hilang, Anda baru dimarahi atasan, mobil Anda ditabrak orang, atau orang tua Anda dirawat di rumah sakit. Kalau demikian apa yang harus kita syukuri?

Kalau pertanyaan itu yang Anda ajukan, nampaknya kita perlu memahami tiga hal berikut. Pertama, bersyukur sebetulnya tidaklah hanya dapat kita lakukan di saat senang, tetapi juga di saat susah. Kita perlu menyadari bahwa setiap musibah selalu mengandung ‘rahmat’ yang terselubung. Musibah adalah alat yang sangat ampuh untuk membuka mata kita pada banyaknya kenikmatan yang telah kita lupakan.

Kedua, dalam menerima musibah kita perlu senantiasa bersyukur bahwa hal itu tidaklah terlalu buruk. Falsafah Jawa mengenal istilah ”Masih untung.” Ini sebuah cara pandang yang sangat spiritual. Belum lama ini anak saya yang berusia 3 tahun jatuh di kamar mandi sehingga kepalanya harus dijahit di rumah sakit. Sudah tentu kami sekeluarga sangat sedih dan prihatin. Tapi, malam itu saya masih bisa bersyukur karena ternyata luka yang dialaminya tak terlalu parah dan akan membaik dalam beberapa hari ke depan.

Paradigma ”Masih untung” ini bukanlah sekadar untuk menghibur dan menyenang-nyenangkan diri. Sikap ini didasari oleh keyakinan mendalam bahwa Tuhan senantiasa melindungi kita. Bahwa rahmat selalu ada di sekitar kita betapa pun kecilnya. Ini akan mengubah penolakan menjadi penerimaan, kekacauan menjadi keteraturan, dan kekeruhan menjadi kejernihan. Lebih dari itu hidup kita akan senantiasa diliputi perasaan penuh. Apapun yang sudah kita miliki menjadi cukup, bahkan berlebih.

Ketiga, kita seringkali tak dapat menemukan hal-hal yang patut disyukuri karena kita sering merasa bahwa sesuatu itu sudah semestinya terjadi. Padahal, segala sesuatu tidak terjadi begitu saja. Semuanya karena rahmat Tuhan. Mungkin Anda tidak merasa mendapatkan hal istimewa pada suatu hari. Tapi, bukankah hari itu kita dan seluruh anggota keluarga sampai di rumah dengan selamat? Bukankah kita masih bisa menikmati makanan yang lezat? Bukankah jantung kita masih terus berdetak, nafas kita pun tak pernah berhenti? Bukankah kita masih dapat melihat, mendengar, berjalan, dan bekerja?

Hal-hal yang saya sebut di atas seringkali kita anggap sebagai sesuatu yang remeh, dan terjadi begitu saja. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Coba Anda saksikan acara Tali Kasih yang dipandu Dewi Hughes di sebuah televisi swasta. Anda akan sadar, bahkan mungkin sambil meneteskan air mata menyaksikan betapa banyaknya orang yang tak dapat menikmati hal-hal yang kita anggap remeh tadi. Menyaksikan acara-acara seperti ini akan membuka mata hati kita akan betapa banyaknya rahmat yang sering kita lupakan dalam hidup ini.

Pembaca yang budiman, mulai nanti malam cobalah kiat sederhana ini. ”Tiga Syukur Setiap Hari” akan mengubah cara pandang Anda terhadap hidup. Dengan demikian Anda akan merasakan hidup yang begitu indah, penuh rahmat, berkecukupan, dan berkelimpah-ruahan.

Kepemimpinan
Oleh: Arvan Pradiansyah, direktur pengelola Institute for Leadership & Life Management (ILM) dan pengarang buku Life is Beautiful
e-mail: kepemimpinan_probis@yahoo.com
faksimile: 021-7983623

sumber: http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=66

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

Memancing kreatifitas November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:38 am

Memancing kreatifitas
Oleh: Hendra Syahputra

Berapa kali Anda merasa otak tiba-tiba kosong dan tidak tahu harus melakukan apa, yang sialnya selalu terjadi saat Anda dikejar deadline laporan yang harus diberikan pada atasan? Bukan hanya itu, Anda tidak bisa menulis apa-apa karena tidak ada bayangan apa yang harus ditulis, sehingga hanya mampu menatap kertas kosong dengan perasaan tak berdaya. Ups, jangan panik dulu. Ini bukan pertanda Anda mulai pikun (dan percaya deh, Anda tidak mengidap penyakit Alzheimer yang menyerang secara mendadak). Bisa jadi, hal ini disebabkan karena Anda harus mulai menyesuaikan diri dengan keadaan baru tersebut. Jadi bagi Anda yang mungkin saat ini sedang pusing karena terlalu sibuk, istirahat dulu sebentar dan simak artikel berikut. Siapa tahu akan membantu.

1. Lakukan pada waktu yang tepat
Kebanyakan orang yang telah berumur berpikir lebih jernih pada pagi hari; sedangkan mereka yang lebih muda, pada siang hari. Temukan kapan waktu Anda yang tepat, dan selesaikan masalah-masalah yang memerlukan pemikiran di waktu-waktu tersebut.

2. Pendidikan tinggi — namun jangan terlalu berlebihan
Pendidikan sekolah memiliki pengaruh besar dalam memupuk kreativitas seseorang terutama pada masa-masa akhir kuliah, namun penaruh tersebut mulai menurun setelah lulus. Pendidikan memang sangat penting, namun hal itu tidak menjamin kesuksesan Anda di bidang tersebut (alias banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan).

3. Mengikuti nasehat Konfusius
salah satu petunjuk mengingat yang selalu digunakan oleh para ahli yang melakukan penelitian tentang ingatan : Supaya tidak lupa bila ada hal penting, tulis di secarik kertas. Sebagaimana kata pepatah Cina, tulisan yang tintanya tidak jelas bertahan lebih lama daripada ingatan paling kuat sekalipun.

4. Tampil bersemangat dengan doping
Penelitian menunjukkan kadar kafein dalam secangkir kopi dapat membantu kita berkonsentrasi terhadap sesuatu hal dengan lebih baik. Namun bagi Anda yang rentan atau mudah terkena depresi, sebaiknya jauhkan diri dari sentuhan kopi karena akan berakibat buruk bagi sel-sel otak.

5. Hubungkan hal baru dengan yang lama
Dengan menghubungkan informasi atau hal-hal baru dengan apa yang telah Anda ketahui, percaya deh, akan lebih mudah untuk mengingatnya kembali.

6. Berlatih terus
Belajar dan melatih kemampuan yang baru didapat dengan berulang-ulang akan mengubah organisasi internal otak, yang pada akhirnya akan sangat membantu dalam melakukan proses mengingat. Jadi kuncinya adalah berlatih, berlatih, dan berlatih.

7. Beri kesempatan pada ide-ide baru
Kebanyakan dari kita memperoleh kelebihan kemampuan yang dengan cepat menyaring fakta yang ada dan dengan cepat pula memutuskan “ya-atau-tidak”. Kreativitas memerlukan lebih banyak waktu senggang atau pendekatan yang lebih santai — yaitu dengan memberikan ruang bagi ide-ide gila Anda.

8. Pilih profesi yang menghadirkan tantangan bagi otak dan pasangan yang cerdas Orang-orang yang berkarir di bidang yang memerlukan tingkat konsentrasi atau penggunaan intelegensi tinggi besar kemungkinannya untuk dapat mempertahankan kognisinya di level tertinggi. Selain itu, menikahi seseorang yang pintar juga dapat membantu Anda untuk terus mendapat stimulasi tingkat tinggi.

9. Jangan ragu untuk mengetahui hal-hal baru
Kreativitas kerap diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengadaptasikan satu cara penyelesaian masalah ke masalah lain yang berbeda. Banyak sekali contoh kreativitas manusia yang bermula dari hal-hal kecil (namun menjadi besar), misalnya ide membuat pin untuk membuka kaleng minuman ringan yang berasal dari cara seseorang membuka kulit pisang.

10. Belajar dari pengalaman Da Vinci
Seperti halnya Da Vinci yang terkenal dengan ide-ide revolusionernya (dan membuatnya dijuluki sebagai pelopor jaman rennaisance), tidak ada salahnya melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, yang tujuannya adalah untuk merangsang stimulasi otak. Beberapa diantaranya misalnya melakukan juggling bola atau menulis dengan tangan kiri (atau kanan bagi Anda yang kidal).

11. Perhatian
Pernah mengalami lupa nama seseorang beberapa saat setelah Anda bertemu atau berkenalan dengannya? Masalahnya bukan pada ingatan Anda, namun lebih ke arah konsentrasi yang tercurah saat itu. Dengan bertambahnya umur, kita harus lebih sering mengulang-ulang informasi yang baru didapat supaya masuk ke pusat penyimpanan data yang terletak di dalam otak kita.

12. Mendengarkan musik klasik
Seorang psiolog eksperimental menemukan sebuah bukti yang mendukung adanya “Efek Mozart” — otak yang terekspos (dalam hal ini mendengarkan) musik klasik (contohnya Mozart) akan dirangsang saedemikian rupa sehingga informasi yang kita peroleh dapat masuk lebih cepat ke dalam otak.

13. Menjaga kebugaran badan
Banyak yang percaya bahwa dengan berolah raga, maka kemampuan berpikir/mengingat juga akan semakin menguat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan ke dalam otak, sehingga merangsang sel-sel otak untuk tumbuh lebih pesat. Meski penelitian belum membuktikan pandangan ini akurat, rasanya tidak ada salahnya kalau dicoba.

14. Mencoba sesuatu yang baru
Dalam sebuah studi yang membandingkan orang-orang yang mudah mengalami burnout dengan mereka yang dapat mempertahankan kreativitasnya, diketahui bahwa kelompok yang terakhir dapat mempertahankan penampilannya karena terus berusaha menambah pengetahuannya. Jadi, siapa bilang membaca itu tidak penting?

15. Hindari hal-hal yang bisa membuat Anda tidak fokus
Saat berada dalam situasi chaos atau berisik di mana banyak hal-hal di sekitar yang mampu mengganggu konsentrasi. Seandainya harus mengerjakan sesuatu yang penting, akan lebih baik bila Anda mampu menjauh dari lingkungan tersebut, misalnya dengan menyendiri di tempat sepi supaya lebih berkonsentrasi. Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah untuk tetap mengobarkan semangat (rasa cinta) Anda terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan! Dalam sebuah penelitian yang dilakukan seorang psikolog Belanda terhadap master dan grandmaster catur menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kecerdasan diantara mereka. Satu-satunya yang membedakan adalah : para grandmaster menyukai dan menghayati permainan catur. Ini menunjukkan bahwa semangat seseorang adalah pemicu yang paling baik bagi kreativitas. Coba saja kalau tidak percaya!

sumber:  http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=62

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

Bagaimana Menjadi Seorang Muslim Yang Baik? November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:36 am

Bagaimana Menjadi Seorang Muslim Yang Baik?
Oleh: Ridho Paridah

Renungan…

SETIAP insan muslim, sama ada lelaki ataupun perempuan, perlu berusaha meningkatkan diri dengan pelbagai amal ibadat yang boleh mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ini kerana masing-masing mahukan diri mereka mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah sebagai hamba-Nya yang taat dengan melakukan segala titah perintah-Nya dan meninggalkan segala tegahan dan larangan-Nya dengan penuh rasa rendah diri dan berserah diri kepada-Nya.

Justeru, mengetahui kaedah terbaik bagi tujuan di atas adalah sesuatu yang amat digalakkan, agar setiap muslim mencapai status hamba Allah yang diterima di sisi-Nya. Antara kaedah yang perlu diberi perhatian adalah seperti berikut:

1. Melakukan solat lima waktu dengan baik (sama ada dari sudut pada awal waktu pelaksanaannya, kaifiat serta tatacara bagi menjamin penerimaannya).

2. Mengetahui sedalam-dalamnya bahawa meninggalkan solat dengan sengaja boleh membawa kepada kekufuran, kerana ia adalah tiang agama dan perkara pertama yang akan ditanya oleh Allah di akhirat kelak.

3. Melaksanakan seluruh hukum syariat Islam seperti berhijab bagi muslimah kerana ia adalah arahan Allah dalam al-Quran, membaca al-Quran dengan memahami isi kandungannya.

4. Mengkaji secara mendalam serta mentelaah sirah Nabi Muhammad s.a.w., sirah para sahabat Nabi; bagi muslimah, perlu memilih serta bercampur wanita-wanita solehah bagi menjamin pegangan dan akidah mereka.

5. Sentiasa melakukan muhasabah diri, khususnya memerhatikan persiapan buat hari esok di akhirat dengan amalan, sumbangan kepada agama,perkara-perkara kebajikan buat umat Islam, menjauhi perkara yang menjadi kemurkaan Allah dan sebagainya.

6. Perbanyakkan program kebaikan yang membawa ketaatan kepada Allah dan banyak berdoa kepada Allah agar diri diberi petunjuk ke jalan kebenaran dengan tetap dan cekal terhadapnya.

Mudah-mudahan kita sentiasa mendapat rahmat dan naungan daripada Allah agar boleh mati pada jalan yang diredai-Nya, Amin!!!.

sumber:  http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=63

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

Attention please…: Dari KPP buat yang mau nulis di blog ini November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:29 am

halo saudara-saudaraku insan cita sekalian…

maaf yah…, ternyata kita2 banyak yang salah caranya ngisi blog…

tampak dari banyak nya tulisan2 yang udah temen2 buat (atau di-save di dalem draft).

aku juga barussan sadar, karena artikel2 yang kutulis kok gak pada muncul…….

akhirnya aku bru sadar klo ternyata selain disave , ternyata tulisan itu harus diklik publish baru bisa

muncul……

so, setiap tulisan yang akan dimuat jangan lupa buat dipublish…

okay??? dan setiap tulisan hendaknya memikirkan etika sopan santun. sekalipun ada kritikan

hendaknya disampaikan secara sopan. Karena yang punya emosi bukan cuma yang nulis, tapi yang baca juga….. so karena kita sama-sama manusia, jadi saling menjaga perasaan masing2 kan lebih baik…

ozzziiiii?????!!!!

^_^

Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

BIARKAN AKU YANG MENCARI TAHU November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:20 am

BIARKAN AKU YANG MENCARI TAHU

by: rYoDiMaS

Selamat datang di kehidupanku

Yang rutin dan sederhana

Sedikit riak menambah manisnya

Tentu istimewa rasakanlah bedanya

Ada gembira yang meluap-luap

Ada pula tangis yang menjadi-jadi

Tapi di semua halnya

Senyumku selalu kuberi

Walau terkadang hanya sebatas hasrat hati

Jiwaku terang bercahaya

Menerangi gelapnya hatimu

Seperti setitik cahaya fajar

Yang menjadi pagi damai

Menyala untuk memulai sebuah hari

Mataku teduh berbayang senja

Menentramkan gundah penat mu

Setelah lelah kau menantang dunia

Mencari apa yang kau cari

Pikiranku melayang sepi

Memberimu sedikit ketenangan malam

Guna menemani perenunganmu

Tentang makna kehidupan yang kau perankan

Karena aku adalah syair ini

Yang menjadi ada karena kau

Mau membacanya

Resapilah aku

Kelak akan kau pahami

Siapa gerangan yang menuliskanku

Karena melalui sedikit kebijaksanaannya

Dia berusaha untuk memahamimu

Sedalam kau bersedia untuk membuka diri

Jember, 16 september 2007