HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM FISIP UNEJ

Komfis HMI Jember Gitchu LOwh!!!!

Kesabaran Rasulullah Terhadap Iming-Iming dan Ancaman November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:39 am

Kesabaran Rasulullah Terhadap Iming-Iming dan Ancaman
Oleh: http//kisahislam.com

Orang-orang Quraisy (Makkah) mencoba cara yang lain dalam menghentikan dakwah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu sebuah cara yang terkumpul di dalamnya Targhieb (iming-iming) dan Tarhieb (ancaman). Diutuslah seorang utusan kepada beliau untuk menawarkan dunia yang beliau kehendaki (sebagai ganti kesediaan beliau meninggalkan dakwah Islamiyah), dan diutus pula seorang utusan kepada paman­nya yang selalu melindungi rasulullah dan dakwahnya untuk memberi peri­ngatan kepadanya agar melepas pembelaannya dan jaminan pertolongannya kepada keponakannya yaitu Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan meminta­nya agar menghentikan Muhammad dan agamanya.

Pada suatu hari para tokoh (pembesar) Quraisy mendatangi Abu Thalib, mereka berkata kepadanya: Wahai Abu Thalib, engkau adalah orang yang kami tokohkan, dan engkau memiliki kemuliaan dan kedudukan di kaum kami, kami telah memintamu agar engkau melarang keponakanmu tetapi engkau tidak melarangnya, demi Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami tidak sabar atas hal ini; nenek moyang kami dicela, kaum cerdik kami dibodohkan, dan tuhan-tuhan kami dicemoohkan. Engkau lakukan permintaan kami, ataukah kami yang akan mencegah perbuatan keponakanmu itu, atau bahkan kami umumkan perang sedang engkau masih tetap dalam kebisuanmu (tidak mau bertindak), hingga salah satu dari dua kubu itu menemui kehancuran.

Ancaman dan peringatan keras dari tokoh-tokoh Quraisy ini terasa berat membebani benak Abu Thalib, dia masih keberatan jika berpisah dengan kaumnya dan bermusuhan dengan mereka, sedang­kan dia juga tidak mau menyerahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam keponakannya kepada mereka, dan dia juga tidak rela jika keponakannya dihinakan dan direndahkan. Akhirnya dia menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata kepadanya: “Wahai keponakanku, sesungguhnya kaummu telah menda­tangiku dan memberitahukan kepadaku tentang hal ini dan itu, juga meminta kepadaku agar aku berbuat ini dan itu, maka sekarang cukuplah kita dengan apa yang selama ini aku dan dirimu meyakininya. Janganlah engkau membebaniku dengan perkara yang aku tidak kuat memikulnya begitu juga engkau, maka tariklah perkataanmu tentang kaummu yang mana hal itu sangat dibenci oleh mereka”.

Tetapi Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam tetap kokoh di atas dakwahnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak sedikitpun dipengaruhi oleh celaan orang yang mencela, karena beliau di atas kebenaran, dan beliau tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meno­long agama-Nya dan meninggikan agama-Nya.

Maka tatkala Abu Thalib melihat keteguhan keponakannya yang begitu kokoh, dan dia telah putus asa membujuknya agar memenuhi permintaan kaum Quraisy untuk meninggalkan dakwahnya mengajak manusia kepada tauhid, dia berkata: “Demi Allah, tidak akan mengenaimu makar-makar mereka hingga aku tertimbun tanah dan rata dengan debu. Maka teruskanlah urusan dakwahmu jangan sedikitpun merasa rendah diri. Berilah kabar gembira dan sejukkan dengan beritamu itu beberapa pandangan mata

sumber:  http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=51

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

Tiga Syukur Setiap Hari November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:38 am

Tiga Syukur Setiap Hari
Oleh: Arvan Pradiansyah

Seorang wanita yang baru saja meninggal ternyata merindukan kehidupan yang baru saja ditinggalkannya. Ia berharap bisa ”mengunjungi” kembali salah satu hari yang ”tidak penting” yang pernah terjadi dalam hidupnya. Ketika harapannya dikabulkan, ia menyadari betapa selama ini ia menjalani hidupnya tanpa rasa syukur, seakan-akan semua itu sudah selayaknya menjadi miliknya.

Akhirnya kunjungannya itu menjadi beban berat yang tak tertanggungkan olehnya. ”Saya tidak menyadari,” katanya dengan penuh sesal, ”Semua yang terjadi tak pernah kita sadari benar. Selamat tinggal, rumahku. suami dan putri kesayanganku…. Ibu dan ayah…. Selamat tinggal detak jam dinding dan bunga-bunga yang indah di pekarangan. Dan makanan dan kopi. Dan baju-baju yang baru diseterika dan air mandi hangat …. dan saat-saat tidur dan terjaga. Oh hidup, kau terlalu mengagumkan hingga orang tak menyadari betapa mengagumkannya engkau.”

Itulah salah satu adegan yang cukup menyentuh dalam sebuah drama karya Thornton Wilder – seorang pengarang Amerika — berjudul Our Town. Wilder nampaknya ingin mengingatkan kita untuk senantiasa menikmati hari dengan penuh rasa syukur. Setiap hari sebetulnya adalah istimewa. Sayang, kita sering tak menyadarinya karena ”mata” kita tertutup. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi satu kiat untuk menikmati hidup yang indah. Saya menyebutnya ”Tiga Syukur Setiap Hari.”

Kiat ini sangat sederhana dan dapat Anda terapkan mulai hari ini juga. Menjelang tidur setiap malam, cobalah Anda cari tiga hal yang pantas Anda syukuri hari ini sebagai rahmat dan anugerah dari Tuhan. Tiga hal saja. Tidak sulit bukan?

Kalau kebetulan hari ini Anda mendapatkan berbagai ”kabar baik” tentunya tak sulit melakukannya. Tapi, bagaimana kalau hari ini berlalu dengan berbagai kesulitan bahkan musibah: anak Anda sakit, dompet Anda hilang, Anda baru dimarahi atasan, mobil Anda ditabrak orang, atau orang tua Anda dirawat di rumah sakit. Kalau demikian apa yang harus kita syukuri?

Kalau pertanyaan itu yang Anda ajukan, nampaknya kita perlu memahami tiga hal berikut. Pertama, bersyukur sebetulnya tidaklah hanya dapat kita lakukan di saat senang, tetapi juga di saat susah. Kita perlu menyadari bahwa setiap musibah selalu mengandung ‘rahmat’ yang terselubung. Musibah adalah alat yang sangat ampuh untuk membuka mata kita pada banyaknya kenikmatan yang telah kita lupakan.

Kedua, dalam menerima musibah kita perlu senantiasa bersyukur bahwa hal itu tidaklah terlalu buruk. Falsafah Jawa mengenal istilah ”Masih untung.” Ini sebuah cara pandang yang sangat spiritual. Belum lama ini anak saya yang berusia 3 tahun jatuh di kamar mandi sehingga kepalanya harus dijahit di rumah sakit. Sudah tentu kami sekeluarga sangat sedih dan prihatin. Tapi, malam itu saya masih bisa bersyukur karena ternyata luka yang dialaminya tak terlalu parah dan akan membaik dalam beberapa hari ke depan.

Paradigma ”Masih untung” ini bukanlah sekadar untuk menghibur dan menyenang-nyenangkan diri. Sikap ini didasari oleh keyakinan mendalam bahwa Tuhan senantiasa melindungi kita. Bahwa rahmat selalu ada di sekitar kita betapa pun kecilnya. Ini akan mengubah penolakan menjadi penerimaan, kekacauan menjadi keteraturan, dan kekeruhan menjadi kejernihan. Lebih dari itu hidup kita akan senantiasa diliputi perasaan penuh. Apapun yang sudah kita miliki menjadi cukup, bahkan berlebih.

Ketiga, kita seringkali tak dapat menemukan hal-hal yang patut disyukuri karena kita sering merasa bahwa sesuatu itu sudah semestinya terjadi. Padahal, segala sesuatu tidak terjadi begitu saja. Semuanya karena rahmat Tuhan. Mungkin Anda tidak merasa mendapatkan hal istimewa pada suatu hari. Tapi, bukankah hari itu kita dan seluruh anggota keluarga sampai di rumah dengan selamat? Bukankah kita masih bisa menikmati makanan yang lezat? Bukankah jantung kita masih terus berdetak, nafas kita pun tak pernah berhenti? Bukankah kita masih dapat melihat, mendengar, berjalan, dan bekerja?

Hal-hal yang saya sebut di atas seringkali kita anggap sebagai sesuatu yang remeh, dan terjadi begitu saja. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Coba Anda saksikan acara Tali Kasih yang dipandu Dewi Hughes di sebuah televisi swasta. Anda akan sadar, bahkan mungkin sambil meneteskan air mata menyaksikan betapa banyaknya orang yang tak dapat menikmati hal-hal yang kita anggap remeh tadi. Menyaksikan acara-acara seperti ini akan membuka mata hati kita akan betapa banyaknya rahmat yang sering kita lupakan dalam hidup ini.

Pembaca yang budiman, mulai nanti malam cobalah kiat sederhana ini. ”Tiga Syukur Setiap Hari” akan mengubah cara pandang Anda terhadap hidup. Dengan demikian Anda akan merasakan hidup yang begitu indah, penuh rahmat, berkecukupan, dan berkelimpah-ruahan.

Kepemimpinan
Oleh: Arvan Pradiansyah, direktur pengelola Institute for Leadership & Life Management (ILM) dan pengarang buku Life is Beautiful
e-mail: kepemimpinan_probis@yahoo.com
faksimile: 021-7983623

sumber: http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=66

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

Memancing kreatifitas November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:38 am

Memancing kreatifitas
Oleh: Hendra Syahputra

Berapa kali Anda merasa otak tiba-tiba kosong dan tidak tahu harus melakukan apa, yang sialnya selalu terjadi saat Anda dikejar deadline laporan yang harus diberikan pada atasan? Bukan hanya itu, Anda tidak bisa menulis apa-apa karena tidak ada bayangan apa yang harus ditulis, sehingga hanya mampu menatap kertas kosong dengan perasaan tak berdaya. Ups, jangan panik dulu. Ini bukan pertanda Anda mulai pikun (dan percaya deh, Anda tidak mengidap penyakit Alzheimer yang menyerang secara mendadak). Bisa jadi, hal ini disebabkan karena Anda harus mulai menyesuaikan diri dengan keadaan baru tersebut. Jadi bagi Anda yang mungkin saat ini sedang pusing karena terlalu sibuk, istirahat dulu sebentar dan simak artikel berikut. Siapa tahu akan membantu.

1. Lakukan pada waktu yang tepat
Kebanyakan orang yang telah berumur berpikir lebih jernih pada pagi hari; sedangkan mereka yang lebih muda, pada siang hari. Temukan kapan waktu Anda yang tepat, dan selesaikan masalah-masalah yang memerlukan pemikiran di waktu-waktu tersebut.

2. Pendidikan tinggi — namun jangan terlalu berlebihan
Pendidikan sekolah memiliki pengaruh besar dalam memupuk kreativitas seseorang terutama pada masa-masa akhir kuliah, namun penaruh tersebut mulai menurun setelah lulus. Pendidikan memang sangat penting, namun hal itu tidak menjamin kesuksesan Anda di bidang tersebut (alias banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan).

3. Mengikuti nasehat Konfusius
salah satu petunjuk mengingat yang selalu digunakan oleh para ahli yang melakukan penelitian tentang ingatan : Supaya tidak lupa bila ada hal penting, tulis di secarik kertas. Sebagaimana kata pepatah Cina, tulisan yang tintanya tidak jelas bertahan lebih lama daripada ingatan paling kuat sekalipun.

4. Tampil bersemangat dengan doping
Penelitian menunjukkan kadar kafein dalam secangkir kopi dapat membantu kita berkonsentrasi terhadap sesuatu hal dengan lebih baik. Namun bagi Anda yang rentan atau mudah terkena depresi, sebaiknya jauhkan diri dari sentuhan kopi karena akan berakibat buruk bagi sel-sel otak.

5. Hubungkan hal baru dengan yang lama
Dengan menghubungkan informasi atau hal-hal baru dengan apa yang telah Anda ketahui, percaya deh, akan lebih mudah untuk mengingatnya kembali.

6. Berlatih terus
Belajar dan melatih kemampuan yang baru didapat dengan berulang-ulang akan mengubah organisasi internal otak, yang pada akhirnya akan sangat membantu dalam melakukan proses mengingat. Jadi kuncinya adalah berlatih, berlatih, dan berlatih.

7. Beri kesempatan pada ide-ide baru
Kebanyakan dari kita memperoleh kelebihan kemampuan yang dengan cepat menyaring fakta yang ada dan dengan cepat pula memutuskan “ya-atau-tidak”. Kreativitas memerlukan lebih banyak waktu senggang atau pendekatan yang lebih santai — yaitu dengan memberikan ruang bagi ide-ide gila Anda.

8. Pilih profesi yang menghadirkan tantangan bagi otak dan pasangan yang cerdas Orang-orang yang berkarir di bidang yang memerlukan tingkat konsentrasi atau penggunaan intelegensi tinggi besar kemungkinannya untuk dapat mempertahankan kognisinya di level tertinggi. Selain itu, menikahi seseorang yang pintar juga dapat membantu Anda untuk terus mendapat stimulasi tingkat tinggi.

9. Jangan ragu untuk mengetahui hal-hal baru
Kreativitas kerap diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengadaptasikan satu cara penyelesaian masalah ke masalah lain yang berbeda. Banyak sekali contoh kreativitas manusia yang bermula dari hal-hal kecil (namun menjadi besar), misalnya ide membuat pin untuk membuka kaleng minuman ringan yang berasal dari cara seseorang membuka kulit pisang.

10. Belajar dari pengalaman Da Vinci
Seperti halnya Da Vinci yang terkenal dengan ide-ide revolusionernya (dan membuatnya dijuluki sebagai pelopor jaman rennaisance), tidak ada salahnya melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, yang tujuannya adalah untuk merangsang stimulasi otak. Beberapa diantaranya misalnya melakukan juggling bola atau menulis dengan tangan kiri (atau kanan bagi Anda yang kidal).

11. Perhatian
Pernah mengalami lupa nama seseorang beberapa saat setelah Anda bertemu atau berkenalan dengannya? Masalahnya bukan pada ingatan Anda, namun lebih ke arah konsentrasi yang tercurah saat itu. Dengan bertambahnya umur, kita harus lebih sering mengulang-ulang informasi yang baru didapat supaya masuk ke pusat penyimpanan data yang terletak di dalam otak kita.

12. Mendengarkan musik klasik
Seorang psiolog eksperimental menemukan sebuah bukti yang mendukung adanya “Efek Mozart” — otak yang terekspos (dalam hal ini mendengarkan) musik klasik (contohnya Mozart) akan dirangsang saedemikian rupa sehingga informasi yang kita peroleh dapat masuk lebih cepat ke dalam otak.

13. Menjaga kebugaran badan
Banyak yang percaya bahwa dengan berolah raga, maka kemampuan berpikir/mengingat juga akan semakin menguat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan ke dalam otak, sehingga merangsang sel-sel otak untuk tumbuh lebih pesat. Meski penelitian belum membuktikan pandangan ini akurat, rasanya tidak ada salahnya kalau dicoba.

14. Mencoba sesuatu yang baru
Dalam sebuah studi yang membandingkan orang-orang yang mudah mengalami burnout dengan mereka yang dapat mempertahankan kreativitasnya, diketahui bahwa kelompok yang terakhir dapat mempertahankan penampilannya karena terus berusaha menambah pengetahuannya. Jadi, siapa bilang membaca itu tidak penting?

15. Hindari hal-hal yang bisa membuat Anda tidak fokus
Saat berada dalam situasi chaos atau berisik di mana banyak hal-hal di sekitar yang mampu mengganggu konsentrasi. Seandainya harus mengerjakan sesuatu yang penting, akan lebih baik bila Anda mampu menjauh dari lingkungan tersebut, misalnya dengan menyendiri di tempat sepi supaya lebih berkonsentrasi. Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah untuk tetap mengobarkan semangat (rasa cinta) Anda terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan! Dalam sebuah penelitian yang dilakukan seorang psikolog Belanda terhadap master dan grandmaster catur menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kecerdasan diantara mereka. Satu-satunya yang membedakan adalah : para grandmaster menyukai dan menghayati permainan catur. Ini menunjukkan bahwa semangat seseorang adalah pemicu yang paling baik bagi kreativitas. Coba saja kalau tidak percaya!

sumber:  http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=62

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

Bagaimana Menjadi Seorang Muslim Yang Baik? November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:36 am

Bagaimana Menjadi Seorang Muslim Yang Baik?
Oleh: Ridho Paridah

Renungan…

SETIAP insan muslim, sama ada lelaki ataupun perempuan, perlu berusaha meningkatkan diri dengan pelbagai amal ibadat yang boleh mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ini kerana masing-masing mahukan diri mereka mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah sebagai hamba-Nya yang taat dengan melakukan segala titah perintah-Nya dan meninggalkan segala tegahan dan larangan-Nya dengan penuh rasa rendah diri dan berserah diri kepada-Nya.

Justeru, mengetahui kaedah terbaik bagi tujuan di atas adalah sesuatu yang amat digalakkan, agar setiap muslim mencapai status hamba Allah yang diterima di sisi-Nya. Antara kaedah yang perlu diberi perhatian adalah seperti berikut:

1. Melakukan solat lima waktu dengan baik (sama ada dari sudut pada awal waktu pelaksanaannya, kaifiat serta tatacara bagi menjamin penerimaannya).

2. Mengetahui sedalam-dalamnya bahawa meninggalkan solat dengan sengaja boleh membawa kepada kekufuran, kerana ia adalah tiang agama dan perkara pertama yang akan ditanya oleh Allah di akhirat kelak.

3. Melaksanakan seluruh hukum syariat Islam seperti berhijab bagi muslimah kerana ia adalah arahan Allah dalam al-Quran, membaca al-Quran dengan memahami isi kandungannya.

4. Mengkaji secara mendalam serta mentelaah sirah Nabi Muhammad s.a.w., sirah para sahabat Nabi; bagi muslimah, perlu memilih serta bercampur wanita-wanita solehah bagi menjamin pegangan dan akidah mereka.

5. Sentiasa melakukan muhasabah diri, khususnya memerhatikan persiapan buat hari esok di akhirat dengan amalan, sumbangan kepada agama,perkara-perkara kebajikan buat umat Islam, menjauhi perkara yang menjadi kemurkaan Allah dan sebagainya.

6. Perbanyakkan program kebaikan yang membawa ketaatan kepada Allah dan banyak berdoa kepada Allah agar diri diberi petunjuk ke jalan kebenaran dengan tetap dan cekal terhadapnya.

Mudah-mudahan kita sentiasa mendapat rahmat dan naungan daripada Allah agar boleh mati pada jalan yang diredai-Nya, Amin!!!.

sumber:  http://www.eramuslim.net/?buka=show&id=63

presented by: Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

Attention please…: Dari KPP buat yang mau nulis di blog ini November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:29 am

halo saudara-saudaraku insan cita sekalian…

maaf yah…, ternyata kita2 banyak yang salah caranya ngisi blog…

tampak dari banyak nya tulisan2 yang udah temen2 buat (atau di-save di dalem draft).

aku juga barussan sadar, karena artikel2 yang kutulis kok gak pada muncul…….

akhirnya aku bru sadar klo ternyata selain disave , ternyata tulisan itu harus diklik publish baru bisa

muncul……

so, setiap tulisan yang akan dimuat jangan lupa buat dipublish…

okay??? dan setiap tulisan hendaknya memikirkan etika sopan santun. sekalipun ada kritikan

hendaknya disampaikan secara sopan. Karena yang punya emosi bukan cuma yang nulis, tapi yang baca juga….. so karena kita sama-sama manusia, jadi saling menjaga perasaan masing2 kan lebih baik…

ozzziiiii?????!!!!

^_^

Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi

 

BIARKAN AKU YANG MENCARI TAHU November 20, 2007

Filed under: Uncategorized — komfis @ 12:20 am

BIARKAN AKU YANG MENCARI TAHU

by: rYoDiMaS

Selamat datang di kehidupanku

Yang rutin dan sederhana

Sedikit riak menambah manisnya

Tentu istimewa rasakanlah bedanya

Ada gembira yang meluap-luap

Ada pula tangis yang menjadi-jadi

Tapi di semua halnya

Senyumku selalu kuberi

Walau terkadang hanya sebatas hasrat hati

Jiwaku terang bercahaya

Menerangi gelapnya hatimu

Seperti setitik cahaya fajar

Yang menjadi pagi damai

Menyala untuk memulai sebuah hari

Mataku teduh berbayang senja

Menentramkan gundah penat mu

Setelah lelah kau menantang dunia

Mencari apa yang kau cari

Pikiranku melayang sepi

Memberimu sedikit ketenangan malam

Guna menemani perenunganmu

Tentang makna kehidupan yang kau perankan

Karena aku adalah syair ini

Yang menjadi ada karena kau

Mau membacanya

Resapilah aku

Kelak akan kau pahami

Siapa gerangan yang menuliskanku

Karena melalui sedikit kebijaksanaannya

Dia berusaha untuk memahamimu

Sedalam kau bersedia untuk membuka diri

Jember, 16 september 2007

 

Banyak Jabatan Dikejar Karena Pernak-Pernik November 20, 2007

Filed under: opini — komfis @ 12:20 am

Banyak Jabatan Dikejar Karena Pernak-Pernik

Oleh: Re

Saya jadi teringat dengan kata orang dan kata orang dan kata orang lagi kalau jabatan itu enak. Karena dengan memiliki jabatan kita akan dapat menikmati pernak-pernik yang mengkuti kita dan sangat dekat dengan keberadaan kita. Tetapi setelah saya pikir-pikir memang jabatan itu enak karena ada pernak-perniknya, seandainya tidak ada pernak-perniknya pasti tidaklah enak.

Pernak-pernik yang mengelilingi jabatan kita pastilah enak dan tentulah boleh kita menikmati pernak-pernik yang melekat pada jabatan itu. Tapi satu hal yang patut diingat banyak orang yang hancur dan akhirnya tiada arti dalam hidupnya karena selama memangku jabatan itu yang selalu dipikirkan adalah pernak-perniknya, bukan tanggung jawabnya. Ini karena ketika awal ingin mendapatkan jabatan yang dilihat adalah pernak-perniknya bukan amanah yang ada dalam jabatan itu. Sehingga diakhir jabatan tiada hal baik yang bisa dia perbuat untuk mempertanggungjawabkan jabatan itu.

Saya pernah dengar ada seorang bijak yang berkata mintalah sesuatu yang bisa kamu nikmati, jangan minta sesuatu yang tidak bisa kamu nikmati. Tapi sayangnya saya sering melihat banyaknya orang yang ingin menikmati hal yang sama. Sementara banyak sesuatu yang lain, yang ditelantarkan alias tidak ada yang bisa menikmati. Akhirnya banyak orang memperebutkan satu posisi sementara posisi yang lain tidak ada yang mau karena dianggap pernak-perniknya sedikit. Saya ingin mengatakan bahwa artinya fenomena orang yang mengejar jabatan karena pernak-pernik itu lebih banyak daripada tanggung jawab dan amanah yang ada di dalamnya itu.

Dulu waktu saya “S3” di Pringsewu saya punya seorang guru namanya Pak Fauzan. Beliau selalu berpesan kepada saya kalau posisi itu tidak lebih penting dari sesuatu yang dapat kamu perbuat dalam posisi itu. Kamu akan dilihat baik oleh orang bahkan oleh Tuhan, bukan karena kamu berada di atas, di tengah atau di bawah. Tetapi kamu akan di lihat baik karena kamu mampu memberikan yang terbaik dimana tempat kamu berada. Apakah itu di atas, di tengah, bahkan di bawah sekalipun, kalau kamu mampu memberikan yang terbaik di posisimu dan sesuai porsimu maka kamu akan dianggap baik oleh orang.

Saya merasa sudah banyak manusia yang melupakan bagian-bagian yang selama ini dianggap kecil dan bahkan tidak berarti dalam hidup kita. Ibarat dan sebagai contohnya orang terlalu suka mendandani wajahnya, tetapi dia tidak pernah memikirkan kesehatan matanya akhirnya dia buta, tidak pernah memikirkan kesehatan ginjalnya akhirnya terkena penyakit ginjal, tidak pernah memikirkan kesehatan rambutnya akhirnya rambutnya rontok, tidak pernah memikirkan keberadaan telapak kakinya akhirnya tertusuk paku kakinya, dan masih banyak lagi dan banyak hal yang kita lupakan karena kita terlalu asyik membedaki dan memandangi wajah kita, tanpa melihat bagian lain dari tubuh kita. Betapa akan terkutuknya kita, kalau hanya satu bagian saja yang kita perhatikan sementara kita tidak pernah memperhatikan bagian lain yang membutuhkan perhatian kita. Oleh karena akan lebih baik bagi kita untuk mensyukuri dan mengembangkan setiiap sesuatu yang kita dapatkan dan miliki.

 

Barat Harus Hentikan Melihat Islam dari Kaca Mata Terorisme November 20, 2007

Filed under: Muslim World — komfis @ 12:20 am

Antropolog dan Ketua Studi Islam Ibnu Khaldun di American University, Washington Profesor Akbar Ahmed menyatakan, sepanjang Barat masih memandang Islam dari kaca mata terorisme, benturan antara dunia Islam dan Barat berpotensi terus terjadi.

Menurutnya, saat ini jumlah populasi bangsa Eropa mulai menurun, sementara populasi umat Islam di dunia cenderung naik. “Di pertengahan abad ini, seperempat populasi dunia akan didominasi umat Islam, ” kata Ahmed pada surat kabar Inggris Guardian, Kamis (27/6) versi online.

“Jika kasusnya seperti itu, kita tidak bisa menghentikan benturan antara dunia Islam dengan Barat. Dunia akan terus diwarnai pertikaian bernuansa agama. Kita akan menghadapi tantangan berat di abad 21 ini. Kesempatan bagi kita untuk bertahan hidup terbatas, kecuali kita mau mulai berubah dari sekarang, ” papar Ahmed yang saat ini sedang berada di Inggris untuk memberikan ceramah bagi para pemuka agama dan akademisi di Inggris, sekaligus menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Liverpol yang akan dinobatkan pada tanggal 6 Juli pekan depan.

Profesor Ahmed yang baru saja menerbitkan bukunya berjudul “Journey into Islam” mengungkapkan, dunia Islam dan Barat bisa membangun hubungan yang baik lewat pendidikan dan bukan kekerasan.

“Saya berharap apa yang saya lakukan, bisa membantu banyak orang di Barat untuk memahami budaya dengan lebih baik, khususnya di AS di mana kesalahpahaman tentang Islam makin memburuk. Sehingga kita bisa menjawab isu-isu abad 21 yang lebih nyata, seperti masalah populasi dan perubahan iklim, dan bukan masalah etnis dan kekerasan bernuansa agama, ” tukasnya.

Benturan budaya Barat dan Islam, menurut Profesor Ahmed, sudah mulai terjadi pada abad ke-19, bukan pada saat serangan 11 September dan pola itu terus terjadi sampai hari ini. Yang paling membuatnya khawatir, adalah obsesi Barat pada Islam dan kecenderungan Barat melihat Islam lewat kaca mata keamanan dan terorisme.

“Hal itu menimbulkan kewaspadaan, perlawanan dan lebih jauh lagi distorsi. Ini bukan cara yang benar dalam melihat sebuah budaya yang memiliki sejarah panjang, dengan 57 negara dan 1, 4 milyar masyarakatnya, ” imbuh Profesor Ahmed.

Ia menambahkan, “Islam akan mengalami masa yang paling kacau dan mengalami perubahan. Agresi Barat yang terus berlanjut akan mendorong lebih banyak lagi orang untuk melakukan aksi bom bunuh diri. ” Oleh sebab itu, tandas Profesor Ahmed, daripada menghabiskan uang untuk menguasai Islam, Barat sebaiknya memberikan banyak bantuan dana ke sekolah-sekolah dan untuk keperluan pendidikan.

Ditanya soal rencana pemerintah Inggris memberikan bantuan dana yang lebih besar untuk keperluan riset dan pengajaran agama Islam di universitas-universitas, Profesor Ahmed menjawab, masalah sebenarnya bukan uang, tapi bagaimana cara pemerintah Inggris melakukan pendekatan pada warga Muslim.

“Pemerintah Inggris harus melihat untuk jangka panjang. Siapa komunitas masyarakat di negeri ini yang bisa membawa perubahan, dan bagaimana pemerintah bisa bekerjasama dengan mereka untuk melakukan perubahan itu, sehingga warga Muslim tetap memiliki integritas dan bisa hidup nyaman di tengah masyarakat, ” paparnya.

Di sisi lain, Profesor Akbar Ahmed juga mengingatkan para pemuka Muslim agar memiliki kebijaksanaan, visi dan rasa kasih sayang. “Saya tidak melihat itu semua di kepemimpinan dunia Islam. Yang saya lihat, yang berkuasa dari kalangan militer dan orang yang tidak memiliki kemampuan memimpin, ” tandasnya. (ln/guardian)

 

Talk Show Peringatan Hari Kartini November 20, 2007

Filed under: News, Uncategorized — komfis @ 12:19 am

Jember – Dalam rangka memperingat hari Kartini Pengurus Himpunan Mahsaiswa Islam (HMI) Cabang Jember Komisariat Fisipol mengadakan acara Talk Show (24/04/07), acara talk show ini mengambil tema “Jejak Krtini; Bagaiman Perempuan Masa kIni?. Acara yang berlagsung mulai jam 13.00-17.12 WIB berlangsung meriah danganyeng. Peserta talk show tidak hanya dihadri oleh kader komisariat fisipol saja, tetapi juga dihadiri oleh beberapa elemen mahasiswa dan aktivis keprempuanan jember. Ketua umum HMI Cabang Jember Decky Umamur Rais dalam sambutannya mengatakan “bahwa tujuan mengadakan talk show pada hari ini dalah berangkat dari keprihatinan terhadap peringatan hari Kartini yang dari tahun ketahun kehilangan makna substansialnya, peringatan hanya bersifat seremonial belaka tanpa ada efek yang bisa menimbulkan semangat untuk meneruskan perjuangan kartini” . Senada denga apa yang dikatakan oleh ketua Umum HMI Cabang jember komisariat fisipol Saudari farijah selaku Ketua panitia pun mengamininya ” yang terjadi ketika peringatan hari kartini hanyalah pengkultusan belaka, peringatan hari kartini hanyalah kesia-sian belaka, hal ini disebabkan tanpa adanya upaya untuk menggali nilai-nilai yang telah ditanamkan olh ibu Kartini pada kaum perempiuan.

Dalam acara talk show panitaia menghadirkan beberapa nara sumber diantaranya Dr. Ayu Sutarto (budayawan) Menik Chumaidah (Ketua P3A Jember). Acara yang dipandu oleh Mbk Roudatul Jannah ini dihadiri oleh sekitar 145-an peserta. yang menarik dalam acara ini peserta tidak hanya dari kaum hawa saja tapi juga banyak kaum adamnya. (Peggy,Atin, Rince)

 

November 20, 2007

Filed under: Aliran Air Seni — komfis @ 12:19 am

‘Tentang Hidup’

Pesan ayah;

Nak…!

Bumimu adalag bara nasibmu

Belajarlah memegang bara