kapan para “the new greenforce formation” akan beraksi?????
Kapan nih Pelantikannya !!!! July 2, 2007
Dek Fendi, kapan nih pelantikannya..jangan lama2 ya…
saya tunggu dek Fendi
OPINI July 1, 2007
Sisi Lain Maulid Nabi; Sebuah Rekonstruksi Makna1
Oleh: Lilik Ishaq2
“Minggu pagi ini kami menjalankan ritual yang dikenal dengan nama Nyiram Gong Sekati. Dalam ritual ini, gamelan pusaka Keraton Kanoman dibersihkan dengan air yang diambil dari sumur Masjid Agung Keraton Kanoman, dan diurapi dengan bunga tujuh warna, digosok pula dengan serabut kelapa yang dilumuri tanah,” kata Sekretaris II Yayasan Famili Kesultanan Kanoman Cirebon RM Arief Rahman, Minggu kemarin di Keraton Kanoman Cirebon.
Hiruk-pikuk manusia pun mengiringi upacara Nyiram Gong Sekati yang dimulai Minggu pukul 09.00, dan diawasi para abdi dalem serta putra dari Sultan Kanoman XII Sultan Raja Muhammad Emirudin (putra mahkota Sultan Kanoman XI) (Peringatan Maulid Nabi saw. Di Cirebon, Kompas, Senin, 18 April 2005)
Masyarakat telah memenuhi halaman Masjid Agung Surakarta sejak pukul 08.30. Upacara diawali dengan dikeluarkan dua pasang gamelan Kiai Guntur Madu dan Guntur Sari dari Masjid Agung yang diarak menuju ke Keraton Surakarta. Selama sepekan, kedua perangkat gamelan pusaka itu ditabuh sebagai bagian dari ritual Sekaten di dua bangsal masjid.
Pukul 10.30, iring-iringan enam gunungan dan abdi dalem sampai di halaman masjid. Arak-arakan tersebut didahului dengan barisan, antara lain rombongan musik, prajurit Tamtama, Sarageni, Prawiro Anom, Jayeng Astro, Darapati, Joyo Suro, Baki, dan Panyutro.
Barisan terakhir terdiri dari pengageng dan abdi dalem keraton, termasuk di dalamnya Pengageng Parentah Keraton Surakarta GPH Dipokusumo.
Di bagian belakang, sejumlah prajurit beramai-ramai mengusung gunungan jaler dan estri.
Gunungan jaler berisi hasil bumi berupa sayur-sayuran seperti kacang panjang dan terung. Sementara gunungan estri berisi makanan matang seperti rengginang
Keenam gunungan itu dibagi dalam dua bagian. Satu pasang diperebutkan masyarakat di Kamandungan Keraton, sedangkan dua pasang diarak ke Masjid Agung.
Dua pasang gunungan diusung melewati Bangsal Sitihinggil, yang biasa dipakai sebagai tempat penobatan raja, dan Alun-alun Utara menuju Masjid Agung Surakarta. Di tempat itulah dua pasang gunungan didoakan bersama.
Dalam doa bersama itu, KRT Pudjodipuro memanjatkan permohonan bagi keselamatan negara Indonesia, khususnya rakyat Kota Solo dalam menempuh masa depan.
Namun, sesaat sebelum doa selesai dipanjatkan, dua pasang gunungan tadi langsung diperebutkan oleh masyarakat. Begitu pula yang terjadi di Kamandungan. Makanan yang diperebutkan itu dipercaya dapat membawa berkah bagi yang mendapatkannya (Peringatan Maulid Nabi saw. Di Solo, Kompas, Sabtu, 17 Mei 2003).
Itu adalah salah satu gambaran bagaiamana maulid nabi dirayakan. Begitu unik, beragam, estetis, berbau borjuis, dan tentu saja kulturalistik. Mungkin di rumah Anda memiliki cara lain dalam merayakan maulid nabi ini—tentunya bergantung pada budaya setempat.
Kalau kita telaah lebih dalam, kita telah, entah disadari atau tidak, lebih disuguhi sebuah hidangan kultural dari pada ritual agama. Dengan menyiram Gong Sekati orang kemudian terbius di dalamnya, menghayalkan keajaiban turun dari langit, kedamaian, masa depan yang cerah dan sebagainya. Kita tidak sadar telah dibawa ke ruang hampa dimana nilai kultural diformulasikan sedemikian rupa kemudian menjelma merepresentasikan nilai-nilai kultural. Makna dibalik prosesi itu kemudian ditafsirkan sedemikian rupa mengikuti alur sebuah prosesi. Layaknya prosesi akad nikah, tatkala mempelai laki-laki mencium kening mempelai perempuan dibayangkan sebagai ”selimut asmara” telah mengalir dari kedunya yang akan memberikan kebahagiaan hidup bagi mereka. Menampilkan yang simbolistik untuk menarik sebuah realitas.
Iring-iringan tumpukan makanan yang berbentuk gunung dan abdi dalem, yang sebelumnya didahului rombongan musik, prajurit Tamtama, Sarageni, Prawiro Anom, Jayeng Astro, Darapati, Joyo Suro, Baki, dan Panyutro, gamelan pusaka Keraton Kanoman yang dibersihkan dengan air yang diambil dari sumur Masjid Agung Keraton Kanoman, dan diurapi dengan bunga tujuh warna, digosok pula dengan serabut kelapa yang dilumuri tanah tak lain adalah realitas kultural dari pada agama (dengan sisi mistisnya). Inilah realitas semu yang oleh Baudrillard dikatakan sebagai simulasi—sebuah realitas abstrak yang terformulasikan dalam ritus, seakan nyata, namun semu; sebuah keselamatan, masa depan yang cerah, keamanan, ketentraman dan sebagainya bersembunyai dibalik semua itu dan diyakini akan hadir seiring berakhirnya ritual tersebut. Masyarakat kita tak lagi digelisahkan seandainya kesadaran beragama tidak tertanam dalam diri mereka. Masyarakat kita lebih hawatir kalau harus melewati moment maulid nabi (ritual Rebo Bontong di Lombok merupakan gambaran konkrit bagaimana anak-anak, remaja, dewasa, orang tua laki-laki-perempuan berduyun-duyun mengunjungi mata air, sungai, atau pantai untuk mandi, bahkan tak jarang terjadi perkelahian dalam prosesi ini, cemburu karena pacarnya diusilin cowok lain, hingga cuma karena persoalan kesenggol).
Alih-alih kemudian ritual maulid (dianggap) menjadi simbol umat Islam. Dari sinilah kita perlu curiga. Simbol menunjuk pada tanda. Sedang tanda difomulasikan sebagai mitos. Seringkali kita mengklaim bahwa ”sesuatu yang indah”, kedamaian, masa depan yang cerah, keamanan, ketentraman, kemakmuran, adalah berkorelasi dengan apa yang kita lakukan, akhirnya ritual kemudian dipahami sebagai pengikat, atau setidaknya, mampu mendatangkan semua itu.
Begitu absurd. Moralitas dan Gong Sekati, Gunungan Jaler dan Estri dan keselamatan, gamelan Kiai Guntur Madu dan Guntur Sari, dan seterusnya; apa bedanya dengan menyembah berhala kemudian berharap berhala itu memberikan rezeki, keselamatan dan sebagainya? Tentu saja yang ada hanyalah catatan kultural dari pada kitab suci sebagai wahyu. Pada akhirnya, ritual tersebut menjadi sebuah mitos. Bergerak dari ritus agama menuju ritus kultural sekuler (duniawiah). Inilah titik lahirnya yang profan dan matinya yang sakral.
1 Tulisan ini merupakan sebuah Pengantar pada Diskusi yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Jember Komisariat Fisipol pada tanggal 29 Maret 2007 dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
2 Penulis adalah Penikmat Kajian Posmodernisme. Sampai saat ini masih tercatat sebagai Pengurus Demisioner Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jember Komisariat FISIPOL UNEJ; selain itu penulis juga merupakan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Universitas Jember
Panduan Praktis Gaya Hidup Sehat Bagi Aktifis July 1, 2007
Hudzaifah.org- Menjadi muslim yang kuat, tidak hanya identik dengan badan berotot layaknya Ade Rai. Sebagaimana kita semua ketahui, Rasulullah SAW mengemukakan agar umat muslim menguasai ilmu berkuda, berenang, dan memanah. Hemat kata, ketiga hal tersebut mengacu pada aktifitas jasmani atau jasadiyah.
Menjadi seorang aktifis, menuntut tidak hanya beban dan tanggungjawab dakwah dan sosial yang besar. Satu tanggungjawab yang kerap terlupakan adalah hak tubuh kita sendiri untuk menjadi sehat dan kuat. Sehat dan kuat dalam artian sanggup untuk menunjang aktifitas dakwah, sosial, kerja, dan sebagainya. Tubuh kita pun memiliki hak untuk mendapat perhatian kita.
Stamina dan berat badan cenderung menjadi satu beban tersendiri bagi para aktifis pada umumnya. Stamina yang loyo dan hanya mampu bertahan dalam waktu singkat, kerap menjadi kendala dalam keseharian aktifis. Segudang aktifitas, mulai dari bangun malam untuk qiyamulail, sholat subuh, berangkat sekolah/kuliah/kerja/usaha, menghadiri syuro, rapat kepanitiaan, liqo, ke sana dan ke sini, tentu membutuhkan stamina yang mendukung. Berat badan yang kurang atau berlebihan, sangat berpengaruh kepada kesehatan dan stamina itu sendiri.
Dalam artikel pertama ini, Insya Allah akan Penulis sampaikan beberapa panduan dasar untuk mencapai kesehatan, stamina, dan berat badan yang mampu menyokong aktifitas dakwah, serta aktifitas lain dalam keseharian kita.
Hal pertama yang harus ada dalam diri kita adalah niat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi diri kita. Kesehatan fikriyah mungkin telah kita raih, dengan hidayah yang mungkin tidak kita sangka. Demikian halnya dengan kesehatan jasadiyah, yang tidak mustahil kita raih, dengan ikhtiar, dan nikmat dari Allah SWT.
Pola hidup sehat! Satu hal yang kedengarannya mudah dan dianggap telah dilakukan oleh para aktifis pada umumnya. Kenyataan yang ada, tidaklah demikian. Betapa banyak mereka yang mengaku aktifis, namun sulit untuk berjamaah subuh di Masjid, bahkan bangun kesiangan, dengan alasan lelah dan mengantuk. Lelah dan mengantuk adalah sifat bagi jasadiyah kita. Fikriyah kita memang mampu untuk melawan itu semua, namun akan menjadi sangat sulit apabila jasad ini menolak untuk melakukannya.
Pola hidup sehat, terdiri dari pola makan yang baik, olahraga teratur, dan istirahat cukup. Pada tulisan ini, hanya akan menjelaskan secara singkat mengenai ketiga hal tersebut. Penjelasan yang lebih rinci Insya Allah akan dijelaskan pada tulisan berikutnya.
Menjaga Pola Makan (Diet)
Makan merupakan cara alamiah agar jasad ini mendapatkan energi yang dibutuhkan untuk beraktifitas. Singkat kata, apa yang kita makan, akan sangat berpengaruh kepada jasad, bahkan fikriyah kita. Salah kaprah tentang pengertian “Diet”, yang sering mengidentikkan dengan mengurangi makan, adalah hal yang salah. Diet adalah pengaturan pola makan, yang selalu dibutuhkan dalam keseharian kita.
“Makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang.” Rasululah tentunya adalah seorang ahli dalam hal pola makan. Hal tersebut sejalan dengan para ahli kesehatan kini, dimana pengaturan pola makan yang baik adalah yang mencukupi kebutuhan kalori dalam sehari. Berikut beberapa pola makan yang kerap disarankan oleh para ahli gizi dan nutrisi :
- Segera konsumsi makanan setelah bangun tidur malam. Setidaknya kurang dari 30 menit. Mengapa? Karena saat tidur, tubuh juga tetap menyerap nutrisi. Setelah tidur 4-6 jam, tubuh membutuhkan nutrisi lebih saat bangun dari tidur. Bila tidak, akan terjadi apa yang dinamakan katabolik, dimana tubuh memakan tubuh sendiri, khususnya protein otot. Hal ini sangat tidak baik karena cenderung akan menyisakan lemak tubuh. Bagi orang gemuk, tentu akan menambah komposisi lemak tubuh, dan bagi orang yang kurus, akan semakin menurunkan stamina karena otot berkurang.
- Makan setiap 4 jam, walaupun belum lapar. Ubahlah pola makan ala Indonesia (3x sehari) menjadi rutinitas yang lebih sering 4-6 kali sehari, jika mampu. Setelah 4 jam, lambung cenderung kosong, dan tubuh selalu membutuhkan nutrisi. Makanlah dalam porsi kecil. Hal ini akan menjamin tubuh memperoleh nutrisi untuk stamina, dan juga mencegah rasa lapar dan ngemil. Mereka yang kurus akan memperoleh manfaat penambahan berat badan, dan mereka yang gemuk juga memperoleh manfaat dengan pengurangan berat badan. Tentu hal-hal tersebut harus dipadu dengan olahraga yang baik.
- Perhatikan asupan nutrisi dan jenis makanan. Secara garis besar, ada tiga nutrisi pokok yang dibutuhkan yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Aturlah pola makan dengan komposisi kurang lebih karbohidrat 50%, protein 30%, dan lemak 20%. Insya Allah akan dijelaskan lebih lanjut pada tulisan berikutnya tentang masing-masing nutrisi.
“….makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al A’raaf:31)
Olahraga Teratur
Olahraga berarti mengolah raga/jasad kita agar memperoleh hak untuk sehat. Seperti awal tulisan ini, sebagaimana kita semua ketahui, Rasulullah SAW mengemukakan agar umat muslim menguasai ilmu berkuda, berenang, dan memanah. Hemat kata, ketiga hal tersebut mengacu pada aktifitas jasmani atau jasadiyah.
Olahraga yang baik dan teratur diperlukan agar tubuh dapat mencapai kategori sehat. Tidak perlu berolahraga berlebihan, namun juga tidak boleh kurang. Olahraga yang baik, setidaknya adalah yang mampu membuat tubuh semakin kuat, sehat, dan berstamina.
Olahraga sangat baik, terutama bagi mereka yang merasa memiliki kekurangan atau kelebihan berat badan, karena akan berpengaruh pada pengaturan pola makan. Bagi mereka yang kurus, produksi hormon insulin dari hasil olahraga, akan memacu tubuh menyerap nutrisi dengan baik, sehingga mampu menambah berat badan dan massa otot. Bagi mereka yang kelebihan berat badan, olahraga mampu membakar lemak dan menambah massa otot.
Secara garis besar, olahraga terdiri dari dua jenis, yaitu anaerobik, dan aerobik. Aerobik berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘aero’ yang berarti udara dan ‘bios’ yang berarti hidup. Secara harfiah, aerobik berarti hidup dengan udara (oksigen). Aktifitas aerobik dapat diartikan sebagai aktifitas dimana tubuh memerlukan banyak oksigen untuk pembentukan energi tubuh (hidup), sedang aktifitas anaerobik kurang atau membutuhkan sedikit oksigen. Contoh olahraga anaerobik adalah angkat beban, dan contoh olahraga aerobik adalah jogging. Olahraga anaerobik cenderung membakar karbohidrat sebagai energi, sedang olahraga aerobik membakar lemak sebagai energi.
Dari paraqraf di atas, jogging setelah bangun tidur sangat baik untuk membakar kelebihan lemak tubuh. Lakukanlah jogging dalam keadaan belum memperoleh asupan nutrisi apapun, kecuali air, sehingga tubuh akan membakar lemak sebagai energi. Bagi orang yang kegemukan, lakukan jogging dengan intensitas sedang (tidak terlalu cepat). Pengaturan waktu bisa 3 kali sepekan, dengan masing-masing 30-45 menit, atau 5-6 kali sepekan @10-15 menit. Bagi mereka yang kurus, lakukan dengan intensitas lebih, dalam tempo yang lebih sebentar, misal 3 kali sepekan @10-15 menit. Ingat! Jangan mengkonsumsi makanan berlebih setelah jogging. Gunakan pola makan di atas.
Jogging adalah satu contoh, masih banyak olahraga lain seperti bersepeda, permainan (sepakbola, basket, dsb), beladiri sebagai olahraga anaerobik. Untuk lebih meningkatkan kekuatan tubuh dan stamina, dapat dipadu dengan latihan beban. Latihan beban dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu atau tubuh. Alat bantu dapat berupa dumbell, barbell, atau mesin lainnya. Push-up, sit-up, squat/bending, pull-up, dsb merupakan latihan beban yang dapat dilakukan dengan tubuh. Tingkatkan intensitas latihan dengan menambah beban secara berkala, misalnya dengan meletakkan beban di punggung saat push-up, memeluk beban di dada saat sit-up, dsb. Bila memungkinkan dan mampu, dapat menggunakan peralatan beban yang umum, seperti dumbell, barbell, mesin benchpress, threadmill, stepper, dan sebagainya.
Istirahat Cukup
Istirahat yang cukup diperlukan agar tubuh dapat kembali ke kondisi normal setelah digunakan untuk beraktifitas. Istirahat terbaik adalah tidur. Tidur 4-6 jam sehari sudah lebih dari cukup. Tidur terlalu lama, akan cenderung mengganggu kesehatan. Sebagaimana dijelaskan di atas, saat tidur pun tubuh butuh nutrisi. Bila tidur terlalu lama, tubuh akan mengalami katabolik. Akibatnya, akan semakin merasa malas, tidak bertenaga, dan memboroskan waktu. Berikut beberapa tips tidur :
- Tidur dalam cahaya seredup/segelap mungkin
- Tidak tidur dalam kondisi perut kenyang, beri waktu 2 jam.
- Tidur dengan tingkat suara sehening mungkin
- Lakukan peregangan ringan sebelum tidur
- Berdoalah.
Beberapa uraian di atas, menjadi awal bagi pola hidup sehat. Diperlukan disiplin untuk dapat mencapai kondisi tubuh yang baik, peningkatan kekuatan, stamina, dan kebugaran pada umumnya. [andika]
Pola Tidur Nabi dan Manfaatnya Dalam Pemeliharaan Kesehatan July 1, 2007
Jika kita meneladani pola tidur dan bangun Nabi saw., niscaya itu lebih baik bagi jasad kita, di dunia maupun di akhirat. 1. Ibnul Qoyyim berkata, “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur dan bangun beliau n, niscaya mengetahui bahwa tidur beliau tersebut paling proporsional dan paling ber-manfaat untuk badan, organ, dan kekuatan. Beliau tidur di awal malam, bangun di awal separoh kedua, berdiri lantas bersiwak dan berwudhu, serta melaksanakan sholat yang oleh Alloh diwajibkan bagi beliau.” 2. Salah satu pola tidur Nabi saw. adalah tidur bertumpu pada sisi badan sebelah kanan, supaya makanan bisa mengambil tempat di lambung dengan baik. Sebab, posisi lambung cenderung sedikit miring ke sebelah kiri. Kemudian, beliau berbalik bertumpu sedikit pada sisi kiri, supaya dengan begitu proses pencernaan lebih cepat karena condongnya lambung di atas hati. Kemudian beliau kembali tidur bertumpu pada sisi kanan lagi, agar makanan segera larut dari lambung; jadi posisi permulaan dan posisi terakhir tidur bertumpu pada sisi kanan. Terlalu lama tidur bertumpu pada sisi kiri memba-hayakan jantung disebabkan oleh condongnya organ tubuh kepadanya, sehingga beberapa materi tumpah kepadanya. 3. Diriwayatkan dari ‘آisyah bahwa Nabi saw. apabila selesai melaksanakan sholat dua rokaat fajar -maksudnya sholat sunnat fajar-, beliau berbaring di atas sisi kanannya.288) 4. Posisi tidur yang sangat buruk adalah berbaring bertumpu pada punggung. Namun jika berbaring di atas punggung itu sekedar untuk istirahat, tanpa disertai tidur, tidak mengapa. 5. Posisi yang lebih buruk lagi adalah tidur dengan tengkurap. 6. Tidur di siang hari tidak baik, menimbulkan beberapa penya-kit bersifat basah (ruthûbiyah), merusak warna, menyebabkan gangguan limpa, mengendurkan saraf dan melemahkan syahwat, kecuali pada musim panas dan di pertengahan siang. Yang sangat buruk adalah tidur saat dini hari (pagi), dan yang lebih buruk lagi adalah tidur di sore hari, sesudah Ashar. 7. Suatu ketika, Ibnu ‘Abbâs melihat salah seorang anaknya tidur pagi, maka ia berkata kepada anaknya itu, “Apakah kamu tidur pada saat rezeki dibagikan?”289) 8. Tidur di terik matahari merangsang munculnya penyakit tersembunyi. Tidur dengan sebagian tubuh di bawah sinar matahari, sedangkan sebagian yang lain di tempat yang teduh, adalah buruk. Rosululloh saw. telah melarang seseorang duduk di suatu tempat antara terik matahari dan tempat yang teduh.290) 9. Rosululloh saw. bersabda : “Hendaklah kalian melaksanakan qiyâmul lail, karena qiyâmul lail adalah tradisi orang-orang sholih sebelum kalian, mengusir penyakit, dan mencegah dari dosa.”291) 10.Biasanya, bila beliau beranjak ke peraduan di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, kemudian berdoa : “Allôhumma bismika amûtu wa ahyâ (Ya Alloh, dengan nama-Mu aku mati dan hidup).” 11.Dan apabila bangun, beliau berdoa : “Alhamdulillâhi `l-ladzî ahyânâ ba’da mâ amâtanâ wa ilaihi `n-nusyûr (Segala puji bagi Alloh, yang telah meng-hidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami kembali).”292) Pola Bangun Nabi saw. Apabila ayam jantan berkokok, beliau mengucapkan tahmid, takbir, tahlil, dan memanjatkan doa kepada Alloh. Lalu beliau bersiwak. Kemudian beliau berwudhu, berdiri melaksanakan sholat, bermunajat di hadapan Robbnya dengan membaca Kalam-Nya, memuji-Nya, serta berharap dan takut kepada-Nya. Adakah pemeliharaan kesehatan hati, badan, ruh, kekuatan, dan kenikmatan dunia serta akhirat yang melebihi ini?!293) ____________________________________________________ 288) Shohîhu `l-Bukhôrî (1160). 289) Ath-Thibbu `n-Nabawî, Ibnul Qoyyim, hal. 239-246. 290) Shohîhu `l-Jâmi‘ (6840) dan As-Silsilatu `sh-Shohîhah (838). 291) Shohîhu `l-Jâmi‘ (4079). 292) Shohîhu `l-Bukhôrî, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albânî dalam Misykâtu `l-Mashôbîh (2382). 293) Ath-Thibbu `n-Nabawî, Ibnul Qoyyim hal. 239-246.
Resolusi DK PBB Hanya Efektif untuk Dunia Islam July 1, 2007
Jakarta (ANTARA News) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai, setiap resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) hanya efektif berlaku bila diterapkan pada negara-negara berpenduduk sebagian besar Muslim atau dunia Islam.
“Sebaliknya, resolusi sekeras dan setegas apa pun tak akan mempan pada Israel,” kata Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu.
Hasyim mengemukakan hal itu menyusul rencana DPR mengelar sidang paripurna yang akan meminta pertanggungjawaban pemerintah terkait dukungannya terhadap Resolusi DK PBB nomer 1747 terkait program nuklir Iran.
Menurut Presiden World Conference on Religions for Peace itu, meski di resolusi itu disebutkan larangan program nuklir bukan hanya untuk Iran, namun tidak ada yang bisa menjamin Israel bakal tunduk. PBB, juga AS dan sekutunya, tentu juga akan diam.
Artinya, kata Hasyim, resolusi itu sangat jelas arahnya, menghukum Iran.
Indonesia, karena mendukung resolusi itu, turut pula menjatuhkan hukuman tersebut.
Ia mengingatkan pemerintah bahwa sidang yang bakal digelar pada Selasa, 5 Juni mendatang itu, seharusnya dijadikan titik tolak untuk mengukur atau menilai kembali perilaku nasionalisme bangsa Indonesia dalam dimensi nasional dan internasional.
“Untuk menghindari polarisasi, jangan lagi kita bicara agama, bicara kemanusian saja sudah akan banyak yang krusial, di samping posisi Indonesia sebagai negara bebas- aktif dan pelopor Gerakan Non-Blok,” kata Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.
Ia mengaku tak habis pikir tentang perilaku sebuah pemerintahan yang secara sukarela mengizinkan negara asing memasuki daerah wilayah teritori pertahanan. Demikian pula dalam bidang ekonomi.
“Bagaimana Undang Undang Penanaman Modal Asing menjadikan asing sebagai pemilik, sementara pemilik Indonesia sebagai orang asing,” katanya.(*)
Masa Depan Pasar Bersama Dunia Islam July 1, 2007
Oleh Abdul Aziz Setiawan
Ide untuk membangun kesepakatan perdagangan bebas multilateral (free trade agreements) di kalangan negara Islam sudah lama diserukan. Ide ini juga mengemuka lagi dalam pertemuan World Islamic Economic Forum (WIEF/Forum Ekonomi Islam Dunia) yang digelar akhir tahun lalu, dimana Perdana Menteri Pakistan, Shaukat Aziz mengajak negara Islam untuk segera membentuk pasar bersama dan mengembangkan ekonomi umat. Kerja sama tersebut tentunya diharapkan akan dapat meningkatkan perdagangan dan investasi sehingga nantinya bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan di Dunia Islam.
Kita bersyukur, negara-negara anggota OKI yang bertemu dalam WIEF tersebut akhirnya sepakat membentuk pasar bersama dan akan berusaha meningkatkan kerjasama ekonomi bagi Dunia Islam, terutama untuk mengurangi kemiskinan. Kesepakatan tersebut dicapai setelah tiga hari menggelar pertemuan di Petaling Jaya, Kuala Lumpur. Dalam deklarasi bersama tersebut, setiap pemerintahan negara Islam diminta memfasilitasi pertemuan perdagangan dan bisnis sebagai follow-up. Adapun rencana perdagangan bebas akan diwujudkan secara bertahap dimulai di tingkat sub-regional, regional hingga semua negara Islam menjalin perdagangan bebas. Investasi dan pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, telekomunikasi dan listrik di negara Islam juga disebut dalam deklarasi bersama tersebut. Juga, kerja sama untuk pendidikan dan pelatihan bagi pengusaha Muslim dan pengusaha Muslimah serta pengembangan bidang teknologi informasi.
Ini adalah deklarasi yang menggembirakan, meski untuk menuju kearah realisasi kerjasama yang ideal masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Sebagaimana disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi yang kini juga menjabat sebagai ketua OKI, yang meminta upaya sungguh-sungguh perealisasian rencana kerja sama tersebut, �jangan hanya retorika saja. Kekhawatiran Badawi ini sangat beralasan, karena sampai saat ini negara Islam lebih suka menjalin kerja sama dengan bukan negara anggota OKI. Hal ini yang kemudian mengakibatkan performa kerjasama anggota OKI, terutama dalam bidang ekonomi menjadi buruk dan tidak menghasilkan output yang optimal untuk menghasilkan kesejahteraan bersama bagi Dunia Islam.
Potensi Melimpah dan Ironi
Umat Islam hari ini sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar jika mau bersatu. Dengan memiliki visi bersama dan semangat kerjasama yang tinggi diharapkan dunia Islam akan dapat menjadi kekuatan penyeimbang baru dalam percaturan ekonomi internasional, yang sekarang didominasi oleh AS, Uni Eropa, Jepang dan Cina. Umat Islam hari ini memiliki jumlah SDI sekitar 19 persen dari total penduduk dunia. Dari segi sumber daya alam, dunia Islam juga amat potensial, dimana Timur Tengah saja menguasai 66 persen cadangan minyak dunia, secara total dunia Islam menguasai 77 persen. Ini cukup untuk kebutuhan 75 tahun mendatang. Selain itu 90 persen cadangan hidro karbon dunia berada di Dunia Islam.
Sayangnya potensi yang besar ini tidak diikuti dengan kinerja ekonomi yang membaik. Dimana GDP negara Islam baru sekitar 8 persen atau 1,7 triliun dolar AS dibanding ekonomin global. Selain itu total perdagangan di negara Islam hanya 7-8 persen dari perdagangan internasional. Sementara, angka perdagangan bilateral hanya 13 persen dari total perdagangan negara Islam. Hal inilah kemudian yang juga menyebabkan berbagai persoalan ekonomi yang menjangkiti dunia Islam terutama kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan pendapatan. Kenyataan ini menunjukan fenomena ironis dan anomali yang menyimpang dari konsep pembangunan yang telah diletakan oleh pemikir ekonomi Islam terdahulu.
Sebagaimana sudah diingatkan oleh Ibnu Khaldun (w.808/1406) kekayaan sumberdaya yang melimpah cenderung memerangkap bangsa-bangsa untuk bergantung dan tidak produktif. Dalam pemikiran Ibnu Khaldun, bahwa kekayaan dan pembangunan sebuah bangsa tidak bisa hanya bergantung pada keberadaan tambang emas dan perak. (kekayaan sumberdaya). Kekayaan dan pembangunan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh aktivitas ekonomi yang mencakup keluasan jumlah dan pembagian tenaga kerja, luasnya pasar, kecukupan tunjangan dan fasilitas yang disediakan oleh negara, serta riset dan teknologi yang pada gilirannya tergantung pada investasi dari hasil tabungan atau surplus yang dihasilkan setelah memenuhi kebutuhan masyarakat. Semakin banyak aktivitas ekonomi yang dilakukan maka pendapatan negara akan semakin besar. Pendapatan yang besar akan memberikan kontribusi terhadap tingkattabungan yang lebih tinggi dan investasi yang lebih besar untuk riset dan teknologi dan dengan demikian akan ada kontribusi yang lebih besar di dalam pembangunan dan kesejahteraan sebuah bangsa.
Tantangan Menuju Pasar Bersama
Untuk membentuk pasar bersama dan meningkatkan kerjasama ekonomi bagi Dunia Islam ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kerjasama tersebut menjadi efektif dan memperkuat implementasinya.
Pertama, pembangunan kawasana dapat mulai dijalankan secara bertahap. Pembentukan kawasan bebas perdagangan bisa dirintis dari sub-sub regional seperti di Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan dan Asia Tenggara sehingga nanti akan memudahkan tahapan integrasi berikutnya. Hubungan perdagangan ini diharapkan saling menguntungkan dan mengoptimalkan keunggulan sumberdaya dan produksi masing-masing. Tentu saja keberpihakan sangat penting dalam mengutamakan produk dan jasa dari anggota pakta perdagangan ini. Surplus keuangan dan komoditas, harus dikelola secara profesional di kalangan negara Islam untuk kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk segelintir elit penguasa dan pengusaha. Ibnu Khaldun telah pula mengingatkan tentang hal ini bahwa kekayaan tidak akan berkembang bila tabungan ditimbun dan ditumpuk oleh sekelompok elit masyarakat. Kekayaan akan tumbuh dan bertambah di saat kekayaan tersebut dihabiskan untuk kesejahteraan masyarakat, memenuhi hak-hak masyarakat, serta mengurangi penderitaan masyarakat.
Kedua, perdagangan dan investasi di dunia Islam membutuhkan keberpihakan aliran dana-dana Islam yang dimiliki investor muslim. Salah satu kenyataan hari ini menunjukan, dana-dana surplus milik investor muslim terutama dari negeri-negeri petro dolar yang besar hari ini belum mengalir ke Dunia Islam. Sebagai contoh bukti, konfirmasi negara terbanyak berinvestasi di Indonesia misalnya adalah Singapura senilai 509,4 miliar dollar AS, Perancis 224,3 miliar dollar AS, Korea Selatan (173,4 miliar dollar AS), Belanda (163,9 miliar dollar AS), Jepang (133,6 miliar dollar AS), Inggris (69,5 miliar dollar AS). Lalu dimana dana-dana Timur Tengah yang disimpan di bank Amerika yang telah ditarik keluar dari AS pasca peristiwa 9/11 lalu ? Dana yang ditarik investor Arab dari Amerika diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS (sekitar Rp 12.600 triliun). Ada khabar yang mengecewakan bahwa dana tersebut ternyata malah mengalir kewilayah Cina, Vietnam dan Korea sebagai pusat pertumbuhan ekonomi
baru.
Ketiga, untuk mendukung pasar bersama ini tentunya dibutuhkan mata uang bersama. Negara anggota OKI sudah saatnya menggunakan mata uang bersama dalam bentuk dinar emas. Ini seperti yang dilakukan negara-negara Eropa dengan Euro-nya. Seharusnya negara-negara OKI bisa mewujudkan hal itu, negara-negara Eropa yang ratusan tahun saling berperang saja bisa mewujudkan hal ini, apalagi dunia Islam yang banyak memiliki kesamaan. Tiap-tiap negara OKI bisa memiliki mata uang dinar sendiri, misal dinar Saudi, dinar Iran, dan dinar Indonesia yang nilainya sama dan berlaku di seluruh dunia. Dengan konversi dari ketergantungan dolar AS ke dinar emas akan mengurangi kebutuhan akan dolar AS sehingga bisa mengamankan nilai tukar mata uang negara-negara OKI. Selama ini salah satu penyebab keterpurukan ekonomi Dunia Islam juga diakibatkan melemahnya nilai tukar mata uang masing-masing terhadap dolar AS karena permintaan dolar yang makin tinggi. Dalam sistem ekonomi global ini, siapa yang bisa menguasai mata uang dialah yang akan menguasai ekonomi. Akhirnya penguasa ekonomi adalah juga penguasa dunia, inilah yang dilakukan Amerika saat ini dengan menjadikan dan menguasai dolar sebagai mata uang dunia.
Berikutnya, yang keempat dunia Islam perlu segera membangun sistem keuangan Islam yang terintegrasi. Baik perbankan, pasar modal dan institusi keuangan syariah lainnya. Kita membutuhkan penguatan pendanaan dan peran Islamic Development Bank (IDB), sebagai World Bank-nya Dunia Islam. Selain itu kita juga membutuhkan Dana Moneter Islam Internasional (semacam IMF), yang skema pembiayaanya bebas bunga. Dengan demikian integrasi sistem perekonomian akan semakin kokoh.
Selanjutnya yang kelima dan sangat mendesak, Dunia Islam harus mampu keluar dari perangkap konsep negara bangsa (nation state). Batas-batas nation state selama ini telah memisah-misahkan dunia Islam semakin jauh dari kerbersamaan dan medorong egoisme yang tinggi bagi kepentingan masing-masing negara. Selain itu kebanyakan negara-negara Islam juga masih menghadapi permasalahan konflik kepentingan masing-masing elit penguasa untuk menangguk keuntungan dan keberlanjutan kekuasaan di negara masing-masing. Sehingga mengakibatkan terlantarnya agenda-agenda pengingkatan pembangunan Dunia Islam dan peningkatan kesejahteraan umat secara keseluruhan. Apabila tantangan tersebut bisa dilalui, Insya Allah pasar bersama Dunia Islam akan lebih efektif dan membawa kemaslahatan bagi umat, dan lebih penting lagi tidak sekedar menjadi retorika. Wallahu a’lam bi al-shawab.
MEMOTRET KEHIDUPAN MUSLIM AMERIKA July 1, 2007
Pengantar: Tokoh muda Muhammadiyah, Muhammad Hariman Bahtiar, berada di AS untuk mengikuti Community Leaders Program (CLP 2007) selama tiga minggu dari tanggal 6 s/d 26 Mei 2007. CLP merupakan pelatihan yang menfokuskan pada tema leadership, demokrasi, pendidikan, hak-hak sipil, toleransi dan budaya.
Program ini diikuti oleh 15 orang perwakilan dari Indonesia. Program tersebut diselenggarakan oleh Heartland International, sebuah lembaga yang berpusat di Chicago, AS dan Center for Civic Education (Perwakilan Indonesia) atas dukungan Departemen Luar Negeri AS. Berikut ini oleh-olehnya untuk Anda.
American Muslims reject extremes, demikian judul besar yang terpampang di halaman pertama suratkabar USA Today, edisi 23 Mei 2007 lalu, saat penulis tiba di Washington DC. Tulisan tersebut merupakan publikasi hasil survey yang dilakukan oleh The Pew Research Center terhadap komunitas Muslim di AS. Sebelumnya, saat penulis di Atlanta, Georgia AS, survey ini juga menjadi perbincangan hangat di TV.
Memotret kehidupan Muslim di AS, tentu menjadi salahsatu agenda penulis saat mengikuti program tersebut. Tidak ada catatan yang pasti memang tentang jumlah populasi Muslim di AS. Tapi dalam survey di atas diperkirakan dari sekitar 2,4 juta Muslim AS, mereka umumnya adalah menjadi bagian masyarakat kelas menengah. Bahkan menurut Ibrahim Hooper, Direktur Komunikasi The Council on American-Islamic Relations (CAIR), umat Islam AS dapat berintegasi secara baik dengan masyarakat AS lainnya. Mayoritas Muslim AS juga menolak terorisme dan ekstrimisme yang menggunakan simbol-simbol agama, ujarnya.
Yang menarik, dalam survey itu mengatakan bahwa Muslim AS cukup puas dengan negara AS (38 persen). Angka itu lebih tinggi dibanding suara publik AS pada umumnya yang hanya 32 persen. Survey ini juga menunjukkan 47 persen Muslim AS menyatakan jatidiri pertama sebagai Muslim dan kedua baru sebagai warga AS. Sebagian Muslim AS nyaman dengan gaya hidup AS dan mereka tidak melihat ada pertentangan antara menjadi muslim yang taat dan hidup di masyarakat modern, kata Luis Lugo, Direktur The Pew Forum on Religion & Public Life.
Survey ini tentu menarik perhatian karena sebelumnya dalam berbagai pemberitaan di media, kehidupan Muslim AS makin tidak menentu pasca serangan 11 September. Dalam pamflet yang dikeluarkan oleh The Council of Islamic Organizations of Greater Chicago (CIOGC), lebih dari 500 ribu Muslim diinterview oleh FBI. 144.513 di sidik jari di bawah registrasi khusus, sekitar 28 ribu ditahan dan 17 ribu di deportasi. Bahkan gaji pekerja Muslim turun 10 persen akibat kebijakan yang berbau Islamophobia. Dewan AS untuk Hubungan Islam-AS (CAIR) juga mempublikasikan berbagai diskriminasi yang di alami Muslim di AS. Pada laporan tahunannya, CAIR mencatat perlakuan diskriminasi terhadap Muslim AS selama 2006 meningkat 26 persen.
Dari sekitar 2.467 insiden yang dilaporkan diantaranya adalah kasus kekerasan, prasangka buruk, serta bentuk pelecehan lainnya. Organisasi advokasi hak-hak sipil yang bermarkas di Washington DC itu juga mencontohkan seorang warga Muslim harus menunggu lima tahun setelah lulus dari ujian kewarganegaraan pada 2002 sebelum akhirnya diberi kewarganegaraan AS belum lama ini. CAIR juga mencatat 167 laporan kejahatan yang didasarkan pada sikap anti-Muslim pada tahun 2006 atau meningkat 9,2 persen dibandingkan tahun 2005. Kasus-kasus diatas menurut laporan itu sebagian besar terjadi di Negara Bagian California, Illinois, New Jersey, New York dan Distrik Washington.
Survey yang dilakukan The Pew Research Center sebelumnya juga menunjukkan 53 persen Muslim yang tinggal di AS menyakini hidup mereka lebih sulit setelah kejadian 11 September. Mereka berada di bawah pengawasan ketat dan menjadi sasaran prasangka buruk. Sebagai kelompok minoritas di AS, pengalaman komunitas Muslim di AS setelah kejadian WTC 2001 itu dipandang banyak orang sebagai bagian berikutnya dari sejarah hak-hak sipil AS, kata Arsalan Iftikhar, Direktur Hukum CAIR yang menulis penelitian mengenai kasus-kasus diskriminasi itu.
Hasil-hasil penelitian di atas tidak jauh berbeda dari pengamatan lapangan yang penulis lakukan selama kunjungan ke hampir sembilan kota di AS. Saat di Chicago misalnya, penulis berkesempatan Shalat Jumat di Islamic Center di pusat kota Chicago dan bertemu komunitas Muslim di sana. Islamic Center itu berada di pusat perkantoran di South State Street Chicago, sedang masjidnya sendiri berada di lantai lima gedung tersebut. Sedangkan di Washington DC, Islamic Center berada satu jalan dengan Kedutaan Besar RI di Massachussetts Avenue (www.islamiccenterdc.com). Dan memang benar, Muslim AS berasal dari hampir 68 negara. Tak heran jika akhirnya penulis bertemu Muslim AS dengan penampilan, warna kulit, dan karakter yang berbeda.
Umumnya mereka ingin menunjukkan bahwa mereka pun hidup bahagia di AS. Tapi mereka juga cukup terganggu dengan isu perang melawan teror serta dampak peran AS dalam Perang Irak serta di daerah konflik lainnya. Di daerah pinggiran Chicago, penulis berkesempatan berkunjung ke Universal School. Sekolah ini merupakan sekolah Islam swasta yang didirikan sejak tahun 1989 oleh komunitas Muslim disana. Dilengkapi masjid serta sarana penunjang pendidikan lainnya. Sekolah ini mengalami perkembangan yang pesat, kata Ibu Farhat Siddiqui yang menjabat sebagai Kepala Sekolah.
Di samping prestasi secara akademik, sekolah ini juga mempelopori turnamen olahraga untuk putri dengan aturan memakai pakaian Muslim, serta menjadi anggota klub bola basket yang terkenal (IHSA). Sekolah ini juga menerbitkan surat kabar sekolah tiga kali setahun dan memiliki situs di internet dengan alamat www.universalschool.org. Melihat perkembangan di atas, tentu kita berharap komunitas Muslim di AS akan terus tumbuh dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Menurut hemat penulis, kita juga tampaknya harus banyak menjalin komunikasi dan kerja sama untuk proyek-proyek bersama, khususnya dalam peningkatan kualitas hidup antara komunitas Muslim di kedua negara. ( )
[French] The French Government Scholarships Program 2007 in Master, Doctoral, and Postdoctoral Studies For Indonesian Citizens July 1, 2007
The French Government, through the Embassy of France in Jakarta, has been providing excellence scholarships to Indonesian citizens for more than 25 years. In order to pursue its objective to improve Indonesian human resources, the Embassy of France will offer scholarships for the year 2006. These scholarships are given to government officials, lecturers, students (with a priority to those involved in a cooperation program between France and Indonesia) to undertake three kinds of training :
Master degree (maximum duration of 2 years)
Doctoral degree (maximum duration of 3 years, only on a shared cost basis)
Post-Doctoral program (maximum duration of 6 months, only on a shared cost basis)
TOEFL, IELTS, GMAT, GRE, SAT Preparation Material. Its Free!!
Requirements
Applicants must fulfill the following requirements :
Minimum diploma : bachelor degree / S1.
Fluent English.
Less than 35 years old.
Minimum GPA score of 3 (except for fundamental sciences – 3.5).
2 years of working experience (except for fresh graduate students).
Submit all the documents specified in the application form.
Fields of studies
Public administration *
Law and political sciences *
Engineering (water management, agronomy, civil engineering…)
Fundamental sciences (mathematics, physics) – Minimum GPA score of 3.5.
* Please note that these . elds of studies (1.2) require a minimum level of French language.
To get the application form, send an e-mail to To get the application form, send an e-mail to
infobgf@yahoo.fr
or download it by click the link below
Application form
Applicants from outside Java are encouraged to apply to this scholarship program.
The selection committee will greatly appreciate applicants who have already identified a master/doctoral program and have been in correspondence (via e-mail) with the Professor in charge of the program, as a proof of their motivation and interest to study in France.
Please note that applicants are not requested to get an acceptance letter.
The Edufrance offices in Indonesia may help you in order to find the study program that suits your project.
EDUFRANCE JAKARTA
Centre Culturel Français de Jakarta
Jl Salemba Raya no 25
JAKARTA 10440
Tel. : (021) 310 18 84
Fax : (021) 310 13 17
Email: edufrance@ccfjakarta.or.id
EDUFRANCE BANDUNG
CCF Bandung
Jl Purnawarman no 32
BANDUNG 40117
Tel. : (022) 421 54 30br /> Fax : (022) 420 78 77
Email: edufrance.bandung@ccfbandung.org
Selection procedure
Step one :
Selection based on the application forms and required documents submitted.
Step two :
Motivation interview (French or English languages only) in Jakarta.
The Embassy of France scholarship covers
Intensive French language course (11 months in French Cultural Center)
Airplane tickets
Tuition fees
Monthly living allowance
Insurance
Application deadline
All applications must be sent before Monday 30th April 2007 at the following address :
Ambassade de France en Indonesie
Service de cooperation et d`action culturelle
Jalan Panarukan no 35, Menteng – Jakarta 10310
Please note that applications sent via e-mail will not be taken into consideration.
Source:
http://www.edufrance-indonesia.com/new01.as
[Indonesia] Beasiswa S1 Bakrie School of Managemen July 1, 2007
Kelompok Usaha Bakrie (KUB) turun berperan dalam memberikan bantuan sumbangan kepada anak-anak lulusan SMA pemenang the First Step to Nobel Prize ke universitas- universitas tertentu. Selain itu dengan mendirikan Bakrie School of Management (BSM), KUB memberikan kesempatan kepada putra/putri Indonesia terbaik untuk bergabung di Bakrie School of Management jurusan Management dan Akuntansi melalui program beasiswa penuh.
Bentuk Beasiswa:
Bebas biaya kuliah selama periode 2007/2008 – 2010/2011 (4 tahun)
Bebas biaya TOEFL Preparation hingga mencapai nilai tes 600 selama 4 semester
TOEFL, IELTS, GMAT, GRE, SAT Preparation Material. Its Free!!
Persyaratan:
Warganegara Indonesia.
Lulus pendidikan SMA/Aliyah atau sekolah kejuruan lain yang sederajat dengan tahun kelulusan 2006/2007.
Nilai rapot semester 1 kelas 3 untuk bahasa Inggris 8, dan Matematika 8.
Memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL prediction 530 atau lebih
Membayar biaya ujian masuk sebesar Rp. 200,000.-
Bentuk Pengikatan:
Bersedia bekerja di lingkungan KUB jika dikehendaki
Bersedia melakukan kerja paruh waktu di lingkungan akademik Bakrie School of Management
Persyaratan:
Mengisi formulir pendaftaran yang tersedia di sekolah masing-masing (Guru BP) atau di kampus BSM.
Melampirkan surat rekomendasi dari kepala sekolah mengenai tingkat pencapaian khusus siswa sehingga dapat dipertimbangkan untuk mendapat bea-siswa.
Melampirkan fotocopy raport dari klas 1 hingga semester 1 klas 3.
Melampirkan fotocopy KTP atau identitas diri lainnya.
Melampirkan Fotocopy Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga.
Melampirkan Pasphoto ukuran 3 x 4 cm (3 bh), berwarna latar belakang biru.
Tata Cara Pengajuan
Seluruh persyaratan diatas dimasukkan dalam satu amplop berukuran A4 berwarna coklat yang di tujukan ke alamat pengajuan, dengan menuliskan “BEASISWA” pada sampul kiri atas.
Waktu Pengajuan Formulir
Batas akhir pengajuan calon penerima beasiswa adalah:
Gelombang I
15 Maret 2007 (cap pos)
Gelombang 2
15 Juni 2007 (cap pos)
Alamat pengajuan
Alamat pengajuan calon penerima beasiwa ditujukan ke:
Kepada Yth,
KOMITE SELEKSI PENERIMAAN BEA SISWA KUB
Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro
Suite UG No. 02 – 03
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-22, Kuningan
Jakarta Selatan 12920
E-mail: info@bbs.alumni. or.id
Tel. 021-526 1448, 526 3182/3
Fax: 021 527 6543
" width="16" height="18">
-" width="22" height="17">